Awal Motivasi,blogspot.com :
Alkisah, di sebuah hutan, tampak seekor monyet sedang bergelantungan
atas pepohonan. Tak jauh dari sana, ada sekelompok angin yang sedang
bertiup. Ada angin topan, ada angin ribut, serta ada angin badai. Ketiga
jenis angin itu sedang adu mulut tentang siapa yang paling hebat di
antara ketiganya.
Makin lama, perdebatan mereka makin seru. Maka, karena tak ada yang
mengalah, mereka pun sepakat untuk saling adu kekuatan. Mereka lalu
melihat sekelilingnya. Dan, tampaklah di dekat mereka monyet yang sedang
asyik bergelantungan itu. Ketiga angin itu pun sepakat adu kuat dengan
berusaha menjatuhkan monyet itu dari pohon.
Pertama adalah giliran angin topan. Ia pun segera bertiup pada monyet
itu. Monyet yang ditiup angin topan, segera memeluk erat pohon yang
digelayutinya. Makin kencang angin bertiup, makin kencang pula pegangan
monyet pada pohon itu. Angin topan pun akhirnya menyerah, diiringi
ejekan kedua angin lainnya.
Tiba giliran angin ribut. Dengan ribut, ia segera meniup monyet itu,
seolah tak ingin memberi kesempatan monyet yang tadinya sedikit
melonggarkan pegangan setelah angin topan berhenti meniup. Tapi,
keributan yang ditimbulkan angin ditanggapi monyet dengan cara yang
sama. Makin kencang bertiup, makin kencang pula pegangan monyet pada
pohon besar nan kokoh yang seolah jadi pelindungnya.
Angin ribut pun menyerah. Terakhir, angin badai segera memperlihatkan
kekuatannya. Dengan badai yang dimilikinya, ia segera meniup
sekencang-kencangnya monyet itu. Tapi, lagi-lagi, sang monyet justru
makin kencang berpegangan pada pohon besar yang bergoyang-goyang akibat
tiupan angin badai. Monyet pun tak berhasil dijatuhkan oleh angin badai.
Maka, angin badai pun akhirnya juga menyerah. Ketiga angin itu ternyata
tak cukup punya kekuatan yang bisa menjatuhkan monyet. Hingga, saat
mereka membicarakan kehebatan monyet, datanglah angin sepoi. Angin kecil
yang bertiup itu penasaran mengapa ketiga angin besar itu membicarakan
kehebatan monyet yang tak berhasil mereka jatuhkan.
Mendengar kehebatan monyet itu, angin sepoi pun ingin mencoba
kekuatannya. Tentu saja, ketiga angin besar itu menertawakannya. Sebab,
angin yang sangat kencang saja tak berhasil menjatuhkan monyet, apalagi
angin kecil sepertinya. Namun, angin sepoi tak memedulikan ejekan
mereka. Ia segera menuju ke monyet dan meniupkan angin sejuknya.
Monyet yang mendapat tiupan angin sepoi rupanya merasa keenakan. Hawa
sejuk yang bertiup membuatnya tertidur di salah satu dahan besar pohon.
Tak lama, karena tertidur dengan posisi yang kurang pas, monyet langsung
terjatuh. Pegangan kuat monyet yang melonggar karena tertidur mendapat
tiupan angin sepoi menjadikan monyet kehilangan keseimbangan dan
terjatuh.
Melihat itu, ketiga angin besar yang sombong mengaku kalah. Angin sepoi
yang kecil tapi menyejukkan itu rupanya justru berhasil membuat monyet
takluk dan terjatuh dari pohon besar yang melindunginya.
Netter yang Bijaksana,
Acap kali kita mendapat banyak ujian yang terasa sangat berat. Tapi,
justru karena itu, kita malah jadi makin kuat. Cobaan yang kerap datang
akan membuat kita makin teguh untuk terus maju dan berjuang. Kesulitan
kerap justru jadi penguat yang menjadikan kita sebagai pribadi tangguh
yang siap maju ke “medan perang” kehidupan. Layaknya kisah tadi. Makin
kencang angin bertiup, justru makin kuat monyet berusaha bertahan. Jika
kita mampu melakukan hal tersebut, niscaya kita pun akan makin kuat
dalam bertahan menghadapi aneka cobaan.
Namun, jika kita sudah berhasil melewati ujian dan meraih banyak
kesuksesan, jangan sampai kita justru jatuh dan lengah oleh ujian
bernama kesenangan. Kerap, angin sepoi—berwujud pangkat, kedudukan,
kekayaan—justru malah membuat kita lupa. Akhirnya, seperti kisah monyet
yang jatuh akibat tiupan angin sepoi, kita jadi pribadi yang
lengah—sombong, mabuk kekuasaan, atau terlena oleh berbagai penghargaan.
Jika itu tak kita sadari dan perbaiki, bisa jadi kita justru “jatuh”
dan “tenggelam” oleh sukses yang telah kita ciptakan.
Karena itu, ada baiknya kita evaluasi diri.
Jika saat berada di posisi bawah, bagaimana kita harus bersikap
menghadapi ujian berat. Tapi, begitu sudah berada di atas, kita pun
harus melihat ke dalam diri, jangan sampai kita terjebak dalam zona
nyaman yang melenakan.
Mari, terus mawas diri dan hati-hati. Saat gagal, ingat bahwa ada sisi
sukses yang siap menanti. Sebaliknya, saat sukses, ingat juga bahwa
setiap saat gagal juga akan terus membayangi.
Salam sukses, luar biasa!
kelinci99
BalasHapusTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino