Jumat, 24 Juli 2015

Rasa Khawatir yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Awal Motivasi,blogspot.com :
 Langkah maju kita sering kali tertahan oleh rasa khawatir yang muncul di pikiran. Tak sepenuhnya salah. Sebab, hal itu akan membuat kita jauh lebih waspada dan kemudian berusaha mengambil langkah pencegahan agar sebuah kekhawatiran tak jadi kenyataan. Tetapi jika itu terus dibiasakan mengganggu pikiran, sudah pasti kita akan tertinggal oleh mereka yang berani mengambil keputusan dengan segala risikonya. Ditambah lagi, menurut sejumlah penelitian, rasa khawatir 80 persen lebih tak bakal jadi kenyataan.

Hasil penelitian tersebut mengingatkan saya pada sebuah ungkapan Mandarin yang saya cantumkan di judul artikel ini, “rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan.” Sebagai ilustrasi, ada sebuah kisah yang bisa kita petik maknanya berikut ini:

Zaman dahulu kala, di sebuah negeri, ada sekumpulan anak-anak yang kerap bermain-main di lapangan desa. Suatu kali, pada musim penghujan, anak-anak itu terus saja bermain. Padahal, petir kerap menyambar sehingga para orangtua pun gelisah. Mereka khawatir petir yang menyambar bisa melukai anak mereka.

Akhirnya, untuk mencegah anak-anak mereka bermain di lapangan, para orangtua punya cara masing-masing. Ada yang melarang secara langsung. Ada pula yang mengunci pintu rumah rapat-rapat saat hujan datang. Tapi, dari sekian banyak orangtua, ada yang kemudian memutuskan untuk mengarang cerita guna menakut-nakuti si bocah. Bocah ini diberi tahu, bahwa petir yang menyambar bisa membuat langit runtuh. Dan, jika itu terjadi, maka kiamat akan segera datang. Sejak cerita itu terus disampaikan, si bocah pun jadi sering ketakutan. Setiap kali mendengar geledek, ia merasa saat itu ancaman kiamat bakal datang.

Dengan latar belakang kisah itu, si bocah tumbuh menjadi pemuda yang penakut. Setiap kali hujan datang, ia selalu memilih untuk mengurung diri dalam rumah. Ia jadi seorang pemuda yang selalu khawatir kalau-kalau langit akan runtuh dan menimpanya. Karena itulah, hampir setiap kegiatan hanya dilakukan di dalam rumah. Maka, saat pemuda lain di desanya pergi ke luar desa untuk mendapat penghidupan yang lebih baik, ia tetap memilih untuk hidup di desa. Itu pun selalu dihabiskan dalam rumah. Ia terlalu khawatir dengan kisah yang sering diceritakan orangtuanya. Beberapa kali, orang meyakinkan bahwa langit tak akan runtuh. Namun, beberapa kali juga ia mendengar petir menyambar yang membuatnya kembali takut dan khawatir bahwa yang diomongkan orangtuanya akan jadi kenyataan.

Sejak saat itu, karena kekhawatiran yang berlebihan, si pemuda pun tertinggal jauh dengan pemuda lain di desanya yang telah banyak melanglang buana meraih suksesnya masing-masing.

Netter yang Luar Biasa,

Kisah tersebut menggambarkan betapa kuatnya pikiran memengaruhi keputusan tindakan seseorang. Dari informasi yang sifatnya pencegahan—seperti yang diceritakan orangtua kepada bocah—ujungnya malah menanamkan kekhawatiran berlebihan. Ini seperti yang banyak terjadi pada mereka yang terkungkung oleh rasa khawatir yang muncul di benak mereka sendiri. Belum melakukan apa-apa, sudah khawatir bahwa sesuatu kurang mengenakkan bakal terjadi. Padahal, belum tentu yang dikhawatirkan akan terjadi.

Maka, ungkapan rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan perlu kita renungkan bersama. Betapa sebenarnya, ada banyak hal yang hanya tercipta di benak kita sendiri. Betapa banyak asumsi yang kita ciptakan, sehingga malah menghambat perkembangan diri. Dan sebaliknya, coba lihat betapa banyak perusahaan yang awalnya diragukan, tapi justru tumbuh sangat mengagumkan.

Kekhawatiran hanya akan menjerumuskan kita pada keragu-raguan. Padahal, apa yang di depan sangat ditentukan dengan apa yang kita lakukan hari ini. Maka, jika rasa khawatir sudah membelenggu, niscaya kita pun tak bisa memaksimalkan potensi. Jika ragu-ragu jadi penghambat, niscaya hari ini kita tak bisa memunculkan kemampuan yang hebat.

Mari, jangan biarkan kekhawatiran menguasai pikiran. Jangan izinkan ketakutan akan kegagalan menghambat jalan ke depan. Jangan biasakan perasaan ragu-ragu sebagai “teman” keseharian. Ingat, bahwa banyak  rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan. Maksimalkan segala potensi dengan selalu melakukan yang terbaik hari ini. Dengan begitu, segala bentuk kekhawatiran akan kalah oleh semangat dan daya juang maksimal yang kita miliki.
Read More

Potensi Pikiran Manusia yang Luar Biasa


Awal Motivasi,blogspot.com :
 Alkisah, ada seorang murid yang bertanya pada gurunya, akan menjadi apa dirinya kelak. Sang guru kemudian mengambil dua teko dan dua cangkir. Ia kemudian menuangkan isi teko ke dalam cangkir. Segera, bau teh panas yang wangi menyeruak  di ruangan itu. Sang guru bertanya, “Apa yang kau lihat dan kaucium?” Si murid menjawab, “Wangi teh yang sangat harum, Guru.”

Tak lama, kemudian beliau mengambil teko kedua dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang lain. Tercium bau menyengat, khas ramuan obat dan jejamuan. “Sekarang, apa yang kaucium?” Muridnya menjawab, “Bau jamu Guru. Aromanya sangat menyengat, bau rempahnya menusuk hidung.”

Sang guru kemudian berkata, “Beginilah perumpamaan dirimu. Akan jadi apa kelak, tergantung pada apa yang ada dalam diri kamu. Saat kamu berbuat sesuatu berdasar apa yang ada di dalam, itulah cerminan yang akan menentukan masa depanmu. Teh dan jamu sama-sama punya aroma yang kuat, sama-sama pula punya manfaat. Tapi teko teh tak mungkin mengeluarkan jamu. Sebaliknya, teko jamu tak mungkin pula mengeluarkan teh. Jadi, apa yang ada dalam diri kamu, pasti sesuai dengan apa yang kamu bagikan kepada orang lain, dan itulah yang akan terjadi pada masa depanmu. Jadi, isi dirimu dengan kebaikan, maka kebaikan pulalah yang akan terjadi padamu.”

Netter yang Luar Biasa,

Kisah tersebut selalu membuat saya termenung. Betapa sebenarnya, apa yang terjadi pada diri kita sangat bergantung pada apa yang ada di dalam diri kita. Bertahun-tahun kemudian, hal ini makin membuat saya sadar, bahwa kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Kita akan mengisi “cangkir" masa depan, dengan mengisi “teko” pikiran sesuai yang kita harapkan.

Telah banyak peristiwa yang mengisi hidup saya selama enam dekade ini. Banyak hal yang saya alami. Namun ada satu kesamaan. Saat saya berpikir, saat saya menancapkan impian, saat saya sangat menginginkan satu hal, hampir semua bisa mewujud ketika saya memikirkan dengan sejelas-jelasnya target itu dan segera bertindak untuk mencapai impian tersebut.. Seperti kisah teko dan cangkir yang dituang, apa yang saya impikan dari dalam (pikiran), benar-benar itu pulalah yang keluar (jadi kenyataan).

Beberapa literatur yang pernah saya baca, menyebutkan bahwa rahasia dari semua kekuatan, keberhasilan, dan kekayaan bergantung pada cara berpikir. Saya setuju. Dengan pikiran yang terfokus, terpusat, dan sadar sepenuhnya, kita akan mampu mengarahkan ke mana kita melangkah, ke mana kita akan menuju. Dan, hasilnya, apa yang awalnya dianggap sebagai sebuah kemustahilan, dengan terus melangkah dan berjuang mewujudkan, suatu saat pasti akan jadi kenyataan.

Pengalaman dan pemikiran saya tentang kehidupan yang telah saya jalani, kemudian mengkristal menjadi filosofi hidup: “Success is my right! Sukses adalah hak saya, hak Anda, dan hak siapa saja yang menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.” Ada kata menyadari dalam kalimat  tersebut. Yang artinya: dengan kesadaran sepenuhnya, yakni sadar bahwa kita punya pikiran yang hendak diwujudkan, kemudian diperkuat dengan menginginkan—dalam hal ini keinginan sangat kuat akan memengaruhi pikiran—lantas diperjuangkan mati-matian, pikiran itu akan berbuah jadi kenyataan, yakni sebagai sukses yang didambakan.

Untuk menutup tulisan ini, izinkan saya mengambil ungkapan populer dari seorang filsuf Prancis, Rene Descartes. Cogito ergo sum, “Aku berpikir, maka aku ada”. Mari, kita pikirkan apa yang mungkin kita kerjakan, dan kita kerjakan dengan kesungguhan, niscaya impian akan jadi kenyataan.
Read More

Kebiasaan Cekatan



Awal Motivasi,blogspot.com :
Dalam usaha mencapai kesuksesan, kadang yang membedakan satu dengan lainnya terletak pada bagaimana mereka merespons terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban. Ada yang diberi tugas, mengeluh dengan beratnya pekerjaan. Ada yang diberi tanggung jawab, justru merasa itu seharusnya diberikan.

Namun, bagi mereka yang menerima tugas dan tanggung jawab dengan tangan terbuka, mau melaksanakan dengan penuh totalitas, banyak hal yang bisa dilakukan. Kebiasaan cekatan, yakni responsif terhadap tugas yang diberikan, gesit bertindak untuk segera menyelesaikan, tangkas untuk segera menjalankan, akan membuka banyak peluang meraih kesuksesan. Hasilnya, mereka yang cekatan akan menjadi insan yang mampu selalu tampil di depan.

Mari, biasakan cekatan dalam menjalankan setiap apa yang dipercayakan. Jalankan dengan penuh suka cita dan ketulusan. Maksimalkan dengan segala daya dan upaya untuk meraih berbagai peluang. Dengan begitu, kecepatan dan ketangkasan akan menjadikan kita sebagai insan-insan terbaik dalam setiap bidang kehidupan.
Read More

Berubah dengan Prinsip Cermin




Awal Motivasi,blogspot.com :
Sukses bukan sekadar berlimpah materi. Sukses adalah rangkaian amat panjang yang berkaitan dengan pemahaman pada diri kita seutuhnya. Karakter kita, masa lalu kita, pemahaman kita akan trauma masa lalu dan impian masa depan akan membuat diri kita paham bagaimana memperlakukan dan bersikap pada orang lain.

CEO dari perusahaan teknologi ternama NCR Corp, yakni Stanley C. Allyn (periode 1957–1962) pernah mengatakan bahwa manusia paling berguna di dunia dewasa ini adalah pria atau perempuan yang tahu bagaimana bergaul dengan orang lain. Hubungan manusia adalah ilmu terpenting dalam hidup.

Mampu melihat keburukan orang lain, kerap kita lakukan. Tapi kadang kita lupa untuk memikirkan kesalahan diri sendiri. Kita juga lupa bahwa sebagian masalah yang kita hadapi sebenarnya datang bukan dari orang lain, tapi malah lebih banyak dari diri kita sendiri.

Konsep melihat ke dalam diri sendiri sebelum menunjuk kesalahan orang lain itu lebih dikenal dengan Prinsip Cermin. Cermin, sebuah benda bening, akan memantulkan bayangan orang yang berada di depannya. Tidak berbeda sama sekali bayangan yang ada di dalam cermin dengan aslinya.

Lalu apa istimewanya prinsip cermin ini? Prinsip ini akan membuat kita mengerti bahwa sesungguhnya banyak dari sebuah kesalahan yang kerap kali berulang di mata kita, terjadi bukan karena orang lain yang melakukan kesalahan berulang. Tapi, bisa jadi hal tersebut karena kita memiliki sudut pandang yang berbeda.

Beberapa langkah untuk menggunakan Prinsip Cermin:

1. Siapa yang Terlihat di Cermin?

Bayangan yang kita lihat ketika sedang bercermin adalah diri kita sendiri, bukan bayangan orang lain yang tidak ada di samping kita. Itu artinya bahwa yang harus kita perhatikan adalah diri kita sendiri. Cermati makna pantulan cermin baik-baik. Pandangi diri kita baik-baik. Kenali raut wajah kita, pakaian yang kita kenakan, bahkan mungkin selera pakaian dan cara berpakaian yang menjadi style kita sehari-hari.

Makna yang bisa kita ambil adalah bila ada kesalahan yang kita rasakan berulang terjadi dari orang lain kepada kita, coba untuk berpikir lebih jernih lagi sebelum mengambil suatu kesimpulan bahwa kita benar dan orang lain yang salah. Bila satu orang melakukan kesalahan pada kita dan kita merasa ia bersalah adalah hal yang wajar. Tapi bila tiga sampai sepuluh orang di mata kita selalu salah, jangan-jangan standar kita yang harus diubah. Pola pikir kita yang harus dibenahi.

Prinsip ini sama dengan prinsip jari telunjuk. Ketika satu telunjuk kita mengarah pada orang lain, sebenarnya tiga jari kita menuding pada diri kita sendiri. Itu artinya intropeksi wajib kita lakukan menyeluruh untuk diri sendiri. Prinsip cermin jelas mengajarkan pada kita untuk mengevaluasi dalam diri sendiri.

2. Masih Diri Kita Juga di Dalam Cermin

Sekian menit di depan cermin, bahkan sekian jam di depan cermin, siapa yang kita lihat? Masih diri kita dengan apa yang kita kenakan dengan segala atribut karakter dan garis wajah kita. Bisa jadi kita tidak lagi melihat minyak rambut yang membuat tampilan rambut kita menjadi menarik. Tapi kita melihat lebih dalam lagi. Sorot mata kita, redup atau tajam. Tarikan bibir kita yang menggambarkan kita pribadi yang humoris atau justru pribadi yang sinis.

Maknanya sederhana. Yaitu bersahabat dengan diri kita. Bukan dengan tampilan luar seperti atribut pakaian atau penataan gaya rambut. Tapi, setiap helai luka yang bersarang di hati kita. Setiap trauma yang ada dan kerap membuat kita merasa menjadi orang yang selalu melihat orang lain dengan penilaian salah. Sehingga kita melakukan hal yang sama pada teman baik kita.

Bila kita memiliki pengalaman di masa lalu yang sering kali diremehkan orang lain atau dianggap tak berguna, bisa jadi luka itu mencuat dan membuat kita mudah sekali meremehkan orang lain. Bila kita tumbuh dalam lingkungan pesimis, maka jangan salahkan lingkungan kita sekarang ini yang tidak bisa membuat diri kita berubah menjadi optimis. Bisa jadi karena kita tidak pernah memiliki kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang optimis.

3. Cek Penampilan Kita

Di dalam cermin kita bisa melihat penampilan kita. Baju yang kita kenakan bisa jadi tidak serasi warnanya. Dasi yang kita kenakan tidak lurus di bawah kerah baju. Perfeksioniskah kita dalam memandang penampilan diri kita sendiri? Jangan-jangan karena sikap selalu ingin sempurna itu yang membuat orang lain selalu saja tidak sempurna di mata kita.

Jika ada hal-hal kecil semisal tersembul satu uban di rambut kita dan itu membuat mood kita berubah total, artinya jelas. Kita adalah orang yang perfeksionis yang selalu menginginkan kesempurnaan. Jika karena cermin kita tidak bening lalu kita merasa penampilan kita secara keseluruhan buruk, maka itu suatu tanda bahwa kita adalah orang yang menganut paham kesempurnaan. Dalam kondisi semacam itu, maka mengubah pola pikir kita adalah hal yang paling efektif.

4. Ingin Berbeda? Ubah Penampilan Kita

Dari cermin yang memantulkan bayangan, kita bisa mengerti lebih dalam bahwa jika ada yang salah dalam kehidupan, bisa jadi itu adalah dari cara pandang kita sendiri.

Di dalam cermin, wajah cemberut kita bisa berubah dengan usaha kita menarik garis senyum. Di dalam cermin juga kita bisa membenahi tali pinggang kita dengan mengeraskan atau mengendorkan dengan usaha kita. Bukan dari bantuan orang lain.

Dari bayangan di dalam cermin kita juga bisa melihat mimik muka kita ketika berbicara. Apakah tegang, kaku atau sangat ramah sehingga menyenangkan orang yang berbicara dengan kita?

Mulai dari sekarang, bila merasa tidak puas dengan diri kita dan penampilan kita, ubah secepatnya. Hingga, tidak ada kesempatan untuk menyalahkan orang lain.

5. Berpindah ke Cermin yang Lain

Bila kita merasa cermin yang kita gunakan rusak alias penuh retak dan merasa bahwa apa yang ditampilkan pada cermin itu adalah bukan diri kita sebenarnya, coba pindah ke cermin lain. Lihat tampilan pada cermin kedua itu sebagai second opinion kita. Apakah bayangan dari cermin itu sama persis dengan kita atau tidak?

Jika bayangan yang ditampilkan sama, itu artinya jawabannya ada pada diri kita. Yakin dan mau berpindah ke cermin yang lain lagi? Kalau sudah begitu itu artinya kita harus mencari orang lain untuk membantu kita berubah!

Selamat bercermin. Semoga, dengan lebih menyelami segala hal mulai dari dalam diri sendiri, kita akan menemukan  lebih banyak poin pembelajaran hidup yang bermanfaat bagi diri sendiri dan saat berhubungan dengan orang lain.
Read More

Antara Ambisi dan Hati Nurani

Awal Motivasi,blogspot.com :
Ambisi perlu dilandasi hati nurani, agar pencapaian yang diraih bisa membawa kebahagiaan sejati.

Banyak orang memiliki ambisi. Hal ini wajar-wajar saja. Bahkan tanpa ambisi, hidup bisa jadi tak bergerak sama sekali. Stagnan, dan kemudian hanya akan jadi begitu-begitu saja. Maka, ambisi sebenarnya juga diperlukan untuk mewujudkan impian. Ambisi bisa jadi bahan bakar semangat mencapai target besar dan menantang yang kita tetapkan.

Hanya saja, kadang tanpa kita sadari, banyak yang kemudian kebablasan. Akibat ambisi, tak lagi mendengar suara hati. Ujungnya, sikut sana sikut sini. Kita bisa melihat bagaimana persaingan memperebutkan jabatan. Bahkan, kalau ditarik jauh ke sejarah di masa lalu, banyak kisah peperangan yang dimulai dari ambisi.

Karena itulah, ambisi harus dikendalikan. Hati nurani tetap harus dikedepankan. Pikiran dan akal sehat juga harus terus dikembangkan. Sehingga, ambisi tetap jadi nilai positif yang akan menguatkan kita meraih berbagai impian.

Kita bisa belajar dari kisah berikut, untuk selalu ingat, bahwa ambisi yang berlebihan akan mengundang kerugian.

Dikisahkan, ada seorang petani di sebuah desa. Ia adalah seorang petani yang rajin dan punya mimpi besar akan jadi petani sukses. Suatu kali ia menanam benih tanaman yang diharapkan akan segera bertumbuh cepat sehingga ketika panen nanti ia akan mendapat untung besar.

Namun, dari hari ke hari, bibit yang ditanamnya tak bertumbuh sesuai harapan. Bibit itu tumbuh sangat pelan. Petani itu pun mulai mengeluh, mengapa tumbuhannya tak bisa segera bertumbuh besar.

Maka, karena petani itu sudah ingin mendapat keuntungan cepat, ia pun berinisiatif untuk mempercepat pertumbuhan bibit yang ditanamnya. Petani itu memutuskan akan membantu setiap bibit untuk tumbuh lebih cepat. Maka, di suatu hari, ia pun berkeliling ke semua sudut kebun tempat ia menanam bibit. Dengan penuh semangat, ia menariki satu demi satu bibit itu ke atas. Ia berpikir, dengan cara itu, bibit tersebut akan tumbuh lebih cepat. Sehari penuh ia dengan sabar menarik tetumbuhan itu hingga ia memastikan, tak ada satu pun yang terlewat. Setelah selesai, dengan bangga ia melihat hasil pekerjaannya. Bibit itu rata-rata memang sudah lebih tinggi dari sebelumnya.

Setelah itu, ia pun pulang ke rumah. Ia lalu berkata pada anaknya. “Hari ini aku sudah melakukan hal yang terbaik untuk kebun kita. Aku memastikan semua bibit yang kemarin kita tanam dan lambat pertumbuhannya esok hari bakal bertumbuh lebih cepat sehingga nanti panenan kita pun bisa lebih cepat. Aku tarik satu demi satu tanaman itu hingga tak ada satu pun yang terlewat. Dengan begitu, mereka akan lebih cepat berkembang dan nanti kita pun bisa segera memanen dengan untung yang berlipat,” yakin si petani.

Pagi harinya, dengan gembira si petani mengajak anaknya ke kebun mereka untuk melihat hasil kerja petani di hari sebelumnya. Namun, mereka menyaksikan hal yang tak diharapkan. Bukannya bertumbuh. Tapi, tanaman-tananam yang dicabuti itu malah mati kekeringan. Akarnya yang tak lagi menancap kuat ke tanah tak mendapat asupan air dan makan yang cukup, sehingga tanaman itu malah mati. Petani itu pun menyesal, upayanya membantu tanaman agar tumbuh lebih subur malah jadi petaka.

Netter yang Bijaksana,

Kisah tersebut memperlihatkan kepada kita semua, bahwa ambisi yang tak dilandasi dengan cara yang benar, hanya akan mendatangkan kenestapaan. Ambisi yang berlebih jika dilakukan dengan menghalalkan segala cara hanya akan melahirkan banyak kerugian. Bahkan, kerap kali yang merugi bukan hanya kita, tapi berdampak ke lebih banyak orang.

Karena itu, memiliki ambisi boleh-boleh saja. Tapi, landasi ambisi dengan kebersihan hati nurani, kejernihan berpikir, serta kebijaksanaan bertindak. Mari jadikan ambisi yang berbudi pekerti sebagai penguat semangat, sehingga kita selalu punya kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan meraih hasil yang hebat!
Read More

Kekuatan Keberanian

Awal Motivasi,blogspot.com :
Hidup adalah perjuangan! Entah kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut di atas, yang jelas semua dari kita tidak hanya sering kali mendengar, tidak hanya sering kali membaca, namun sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, menyadari atau tidak, kita sendiri telah mengalami dan merasakan bahwa memang "Hidup adalah Perjuangan".

Berbagai macam perjuangan telah kita jalani antara lain perjuangan dalam mengatasi setiap kelemahan dan kesulitan yang selalu hadir di tengah kehidupan ini dan perjuangan dalam merealisasikan cita-cita yang didambakan. Untuk bisa tampil sebagai pemenang dan sukses di setiap perjuangan ini, sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Di antara sekian banyak faktor sebagai penunjang, ada satu faktor yang mutlak kita miliki yaitu: KEBERANIAN.

Catatan sejarah telah membuktikan, begitu banyak prestasi spektakuler di segala bidang tercipta di dunia ini karena faktor KEBERANIAN. Baik prestasi yang diciptakan oleh para ilmuwan, olahragawan, tokoh politik, wiraswastawan, profesional dll. Sebaliknya begitu banyak orang mengalami kegagalan karena kurangnya keberanian, mungkin mereka mempunyai ide cemerlang, namun karena takut gagal dan takut untuk mencoba, akhirnya semua ide menjadi layu dan mati. Di lain pihak, orang lain bisa sukses karena mereka lebih berani dengan bergerak lebih cepat. Maka bila ingin lebih berkembang dan sukses, sudah pasti harus mempunyai KEBERANIAN. Keberanian untuk mencoba, keberanian untuk memperjuangkan apa yang dicita-citakan.

Kekuatan Keberanian

"Keberanian" merupakan aset yang sangat berharga bagi pribadi kita. Keberanian bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Keberanian bisa mejadikan sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat, takut jadi berani, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses. Dengan menyadari akan besarnya kontribusi KEKUATAN KEBERANIAN bagi kita, mari pastikan untuk memanfaatkan KEBERANIAN semaksimalnya dengan:

- Berani menentukan cita-cita yang tinggi
- Berani bangkit lagi dari kegagalan
- Berani belajar dari kelemahan dan kesalahan
- Berani membayar harga untuk keberhasilan
- Berani memastikan untuk berjuang sampai sukses.
Read More

5 Langkah untuk Mengubah Passion Menjadi Karier



Awal Motivasi,blogspot.com :

Temukanlah pekerjaan yang Anda cintai, maka Anda tidak akan pernah merasa sedang ‘bekerja’ setiap hari.

Untuk kebanyakan orang, sebuah pekerjaan impian pada akhirnya hanya akan menjadi mimpi. Pemikiran seperti ini harus dibantah. Mengapa demikian? Ada beberapa cara untuk mengubah passion Anda menjadi karier yang menjanjikan.

Berikut 5 tips yang dilansir dari cnn.com, beserta dengan tokoh yang telah mencobanya:


1. Get the skill

Anna Jane Grossman adalah seorang penulis freelance New York Times. Ia memiliki kecintaan terhadap anjing dan hobi untuk melatih anjing yang dipeliharanya. Maka, ketika krisis di tahun 2008 mempengaruhi bisnis media cetak, ia pun berbalik untuk menjadi seorang pelatih anjing.

Anna mampu menguasai seluruh program pelatih hanya dalam waktu 6 bulan. “Semuanya tampak berada di tempatnya. Kini, saya mampu meniti karier dengan bahagia,” ujar Anna.


2. Spot the potential

Geraldo De-Souza adalah seorang desainer dasi kupu-kupu, sebelumnya, ia menghabiskan 20 tahun sebagai agen asuransi. Uniknya, Geraldo selalu menggunakan dasi kupu-kupu buatannya setiap kali ia keluar rumah.

Ia tidak pernah menyangka kalau hobinya tersebut akan menjadi sebuah potensi, sampai suatu hari sang istri berkata padanya, “Ada lebih dari 10 orang yang menghentikanmu dan bertanya apakah dasi kupu-kupu yang kamu pakai bisa dibeli. Ini bisa menjadi kariermu.”

Sejak itu, Geraldo memutuskan untuk memulai kariernya sebagai desainer kupu-kupu, dan ternyata terbukti, namanya populer di kalangan flamboyant yang sering memesan dasinya.


3. Market your product

Beatrice Tsang adalah mantan aktris dari Los Angeles yang memiliki keicntaan terhadap baking products, seperti kue dan dekorasinya. Ia memutuskan untuk berkarier di bidang tersebut dengan membuka sebuah bakery bernama Baby Bea’s Bakeshop di daerah Beverly Hills.

“Aku mulai mem-posting hasil produk di social media dan menyebarkannya kepada teman-temanku sesama aktris maupun orang lain. Mereka mulai memesan dan kupikir mungkin ini bisa menjadi market. Maka aku membuka sebuah situs khusus para pelanggan,” ujar Beatrice.

Toko Beatrice kini menjadi toko kue paling reputable di daerah bergengsi Beverly Hills.

4. Grab the opportunity

Jennie Dundas adalah seorang aktris yang sudah berakting sejak berusia 9 tahun dan muncul di beberapa serial terkenal seperti Desperate Housewives dan Law and Order.

Ketika teman Jennie yang sekalgus menjadi partner bisnisnya kembali dari luar negeri, ia melihat begitu banyak keluarga muda yang tinggal di area tersebut dan bisa menjadi sbeuah kesempatan berbisnis, “Kita bisa membuka toko es krim di sini, Jennie! Bagaimana menurutmu?”

Maka keduanya pun membuka sebuah toko es krim bernama Blue Marble Ice Cream Shop yang sudah membuka cabang di kota besar seperti New York dan Massachusetts.


5. Just Do It!

Pengacara kondang Marjorie Liu selalu bermimpi untuk menjadi penulis novel. Hingga suatu hari, ia mendapatkan dorongan kuat untuk menjadikan mimpinya kenyataan.

Pengacara Liu menghabiskan waktunya di dalam apartemennya untuk menulis hingga 14 jam setiap harinya dalam sebulan penuh. Kemudian, ia pun berhasil menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Tiger Eye.

9 tahun setelah debutnya, Liu pun menjadi penulis bestseller pilihan New York Times dengan jumlah 17 novel yang ditulisnya.

“Saya punya mimpi, dan meskipun semua orang mengatakan mustahil, saya tahu apa yang ada di dalam hati saya. Meksipun pada akhirnya akan gagal, saya harus mencoba agar tidak menyesal,” ujar Liu.
Read More

Mengembangkan Ide Menjadi Tulisan


Awal Motivasi,blogspot.com :

Saya sempat sharing dengan seorang sahabat yang bertanya tentang bagaimana agar bisa membuat tulisan yang baik dan 'enak' dibaca.

Mungkin sebagian kita pernah mendengar cerita Helen Keller, penulis besar asal Amerika Serikat yang buta, bisu, dan tuli. Ia lahir di Tuscumbia, Alabama pada 27 Juni 1880. Pada usia balita, yaitu 19 bulan, ia diserang "demam" tinggi sehingga menyebabkannya menjadi buta dan tuli. Di masa-masa kecil Helen; seorang guru yang baik, Annie Sullivan, mengajari dan mendidiknya dengan sabar.

Sejak usia 7 tahun hingga kuliah di Radcliffe College pada usia 20 tahun, sang guru mengajarkan Helen cara membaca huruf Braille, hidup disiplin, dan bagaimana bangkit dari keadaan. Pada akhirnya, dengan perjuangan dan motivasi yang tinggi, Helen Keller menjadi penulis terkenal dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang yang mengalami nasib sepertinya.

Sebelum wafat pada 1 Juni 1968, masa hidupnya banyak disumbangkan pada kegiatan sosial untuk membantu orang-orang yang bernasib sama; mengajar, dan menulis buku-buku di mana salah satu karya tulisnya yang terkenal adalah Story of My Life (1902).

Helen Keller menginspirasikan banyak orang untuk bangkit meraih kesuksesan. Di banyak kelas-kelas seminar motivasi, cerita dan film Helen Keller ini diperlihatkan untuk menyemangati dan "membakar" motivasi seseorang agar bangkit percaya diri melawan keraguan keberhasilan. Cerita inipun, menjadi sumber inspirasi yang dapat membongkar belenggu keraguan sahabat tadi, yang juga ‘ragu' untuk bisa menjadi seorang penulis.

Bagaimana seorang Helen Keller yang total buta, bisu dan tuli dengan motivasi yang tinggi untuk belajar, maka bisa menjadi seorang penulis; bagaimana kita, yang "sempurna" secara fisik dan mental, pastipun dengan semangat yang tinggi juga bisa menjadi seorang penulis yang handal? 

Menjadi penulis saat ini memberikan peluang tersendiri bagi penambahan pendapatan, popularitas, dan mungkin dapat menjadi salah satu profesi yang diandalkan bagi sebagian orang. Katakanlah penulis novel, cerpen, penulis artikel, dan kolumnis.

Menulis bukan hanya hak seorang ilmuan, cendekiawan, budayawan, ataupun para pakar. Tetapi, kita pun mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional; semua dapat menulis, jika memang memiliki minat dan mau mengasah kemampuan untuk menulis.

Beberapa kiat dapat dijadikan acuan bagi Mereka yang ingin mulai mencoba menulis sebuah tulisan, terutama artikel populer, antara lain:

1. Fokus pada bidang yang dikuasai
Contoh di bidang pemasaran; disiplin ilmu pemasaran ini menurunkan ragam cabang disiplin kekhususan, mulai dari manajemen produk, strategi promosi, strategi harga, strategi distribusi, manajemen pelayanan, ataupun tanggung jawab sosial perusahaan (corporate sosial responsibility). Seorang penulis dapat fokus pada salah satu dari disiplin ilmu tersebut. Perdalam ilmu dengan membaca buku-buku disiplin ilmu tersebut. Anda juga bisa menulis berdasarkan pengalaman sebagai profesional. Dengan fokus pada disiplin ilmu tersebut, memungkinkan kelak akan menjadi penulis profesional di bidang tertentu.

Di luar disiplin keilmuan teoritis pun, masih banyak hal yang bisa diangkat sebagai sumber tulisan, baik hal yang terkait motivasi, pencerahan, ataupun fenomena sosial yang sedang terjadi saat ini.

2. Mulai dari ide yang menarik
Mulailah dari ide yang menarik. Menarik di sini adalah dapat menimbulkan kesan, memberikan inspirasi, dan memberikan pengetahuan baru bagi pembaca. Contoh: penulisan mengenai merek-merek lokal yang bersaing dengan produk global, yang bisa dimulai dari contoh sebuah studi kasus.

3. Tulis apa yang dipikirkan
Mulailah tulis apa yang ada di pikiran, apapun! Dengan bidang spesifik yang dikuasai, Kita bisa mulai menulis dengan cara bercerita. Layaknya sedang bercerita kepada orang lain tentang suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Sehingga dengan cerita tersebut, pembaca diajak mengikuti alur-alur peristiwa yang ditulis oleh penulis dengan santai dan "larut" dalam cerita tersebut.

4. Kembangkan ide ke dalam susunan kalimat yang efektif
Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan fakta, perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca. Efektif di sini adalah menarik perhatian pembaca dan mampu menimbulkan kembali gagasan sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh penulis.

5. Dari kalimat ke alinea
Himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian akan membentuk suatu alinea. Seorang penulis dituntut memiliki kemampuan menggembangkan gagasan, yaitu, dari ide ke dalam susunan kalimat-kalimat yang membentuk alinea. Setiap alinea yang terbentuk ini memiliki pokok gagasan atau inti kalimat.

6. Kumpulkan data pendukung
Sebuah gagasan dalam tulisan bisa saja sebuah opini langsung dari penulis, mungkin juga opini tersebut didukung oleh argumentasi-argumentasi dari penulis sebelumnya. Nah, dibutuhkan referensi untuk mendukung sebuah pendapat tersebut. Referensi ini bisa diperoleh dari informasi tangan pertama melalui proses wawancara, angket, diskusi kelompok fokus; atau juga informasi bisa diperoleh dari literatur, berupa buku-buku, majalah, publikasi pemerintah (BPS), data sensus, dan catatan dokumen lainnya. Buatlah tulisan menjadi menarik dan "mendalam", dengan dukungan informasi yang diperoleh dari sumber yang didapat tersebut.

7. Bacalah kembali! Biarkan orang terdekat membaca dan memberikan masukan awal
Cobalah mulai menulis bidang yang diminati. Lakukan latihan membuat artikel, lalu coba baca kembali artikel tersebut, apakah susunan kata, kalimat, dan alinea yang ditulis telah membentuk alur tulisan yang sistematis dan 'enak' dibaca. Mintalah orang terdekat untuk membaca dan menilai tulisan tersebut; apakah gagasan ide yang dikemukakan sesuai dengan apa yang diterima oleh pembaca. Lakukan perbaikan bila diperlukan.

8. Submit dan posting tulisan ke media offline atau media online
Tulisan akhir yang telah dibuat, apabila dirasakan telah final dikerjakan, Kita bisa mengirim tulisan tersebut ke penerbit yang sesuai dengan topik tulisan. Apabila tulisan tersebut merupakan tulisan seputar pemasaran, Kita bisa mengirim ke majalah-majalah yang membahas topik pemasaran. Apabila dirasa hanya perlu memposting ke media online, Anda bisa men-submit ke situs-situs yang menyediakan kolom tulisan bagi pembaca setia media online tersebut.
Read More

Kamis, 23 Juli 2015

Kenali Bahasa Tubuh Orang Sukses

Awal Motivasi,blogspot.com :

Tidak hanya cara berbicara, tetapi “body language” alias bahasa tubuh seseorang juga turut berperan dalam menentukan kesuksesan. Nah kita tahu bahwa orang sukses biasanya melakukan segala sesuatu dengan cara yang berbeda dari orang biasa. Lantas bagaimana dengan body language mereka?

Mari kenali 10 bahasa tubuh khas orang sukses:

1. Senyum di waktu yang sesuai: Senyum adalah salah satu “alat” untuk memperoleh kepercayaan dan penerimaan dari orang lain secara instan. Namun yang harus diingat adalah mengetahui kapan waktu yang tepat dan sesuai untuk melakukannya.  Tersenyumlah ketika Anda bertemu dengan seorang yang baru atau memberikan feedback pada atasan Anda. Namun jangan tersenyum ketika Anda sedang membahas kegagalan mencapai target, atau kenapa hubungan Anda tidak berjalan baik. Tersenyum di waktu yang tidak tepat justru akan menyampaikan rasa ketidakamanan dan kurang percaya diri.

2. Jabat tangan yang kuat: Jabatan tangan Anda bisa memberikan gambaran apakah Anda orang yang percaya diri, dominan atau tidak.  Pada saat interview kerja, pertemuan dengan rekan atau calon klien bisnis, dengan orang baru dan lain sebagainya, pastikan jabat tangan mereka dengan baik dan kuat. Akan tetapi tetap terkendali jangan sampai menyakiti lawan bicara karena Anda terlalu bersemangat.

3. Ekspresi wajah: Setiap orang senang untuk didengarkan, menjadi pendengar menunjukan rasa hormat, ketertarikan, dan kepercayaan. Fokus ke “facial triangle”’ (kedua mata dan bibir) ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu “facial triangle” juga akan mencegah kontak mata langsung yang bisa menjadi terlalu intens.

4. Jangan menggosok telapak tangan, wajah atau leher: Ketiganya merupakan bahasa universal yang menundukkan tanda gelisah, cemas dan stres.  Menunjukkan bahwa Anda tidak bisa mengatasi tugas yang diserahkan, atau Anda khawatir tentang bagaimana hasil kerja, usaha bisnis atau image Anda di mata orang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri, yang akan membuat orang lain kurang percaya pada diri Anda. Orang yang sukses tidak akan melakukan ketiga hal tersebut, tidak secara terbuka. Orang sukses lebih menunjukkan rasa aman dan kekuatan mereka meskipun harus melawan segala kemungkinan.

 
5. Steeple hand gesture (menyatukan jari-jari kedua tangan Anda dan membentuk seperti menara): Jika Anda ingin terlihat sebagai orang yang menarik, pintar dan percaya diri maka lakukanlah gesture yang sering digunakan oleh para politisi untuk menunjukkan bahwa mereka bisa dipercaya dalam mengemban tugas. Gesture ini sangat baik digunakan di lingkungan yang formal, saat berbicara dengan supervisor Anda dan dengan sendirinya kredibilitas Anda akan meningkat.

6. Anggukan kepala: Seringkali tanpa sadar, anggukan kepala ketika berbicara menandakan persetujuan. Tapi jika dilakukan terlalu sering justru akan mengurangi kredibiltas Anda dan menunjukkan bahwa Anda orang yang mudah setuju atau mudah dikendalikan. Baik ketika berbicara dengan atasan, karyawan, atau rekan kerja sebaiknya kendalikan kebiasaan anggukan kepala Anda. Tunjukkan pendirian Anda. Jika memang tidak setuju, Anda bisa mengungkapkannya dengan cara yang baik dan sopan.

7. Power pose: Power pose ini seperti pose superhero. Hasil penelitian menunjukkan pose ini tidak hanya membuat orang lain melihat Anda sebagai sosok yang percaya diri dan memiliki power, tapi juga secara otomatis akan membuat Anda merasa demikian. Melakukan pose ini sebelum berhadapan dengan situasi yang mungkin memiliki risiko tinggi akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi hormon stres di tubuh.

8. Jangan memalingkan wajah dari lawan bicara: Jangan lakukan karena akan menunjukkan semua hal yang negatif. Mulai dari rasa takut, cemas, tidak percaya, minder dan lain sebagainya.

9. Postur tubuh yang baik: Postur tubuh bisa memengaruhi Anda baik secara fisik maupun mental. Postur tubuh yang tegak tidak hanya baik untuk kesehatan dan penampilan Anda tapi juga bisa mengundang rasa hormat. Akan sulit bagi lawan bicara untuk melihat Anda sebagai orang yang setara atau lebih superior jika postur tubuh Anda membungkuk seperti orang yang lunglai.

10. Jangan memberikan gesture yang berlebihan (lebay): Gerakan gesture yang berlebihan dalam usaha untuk menunjukkan bahwa Anda orang yang antusias atau percaya diri justru bisa menjadi senjata makan tuan. Akan sulit menganggap serius orang yang terlalu terlihat flamboyan.

Ada banyak cara untuk menjadi orang sukses, kesuksesan bisa dimulai dari langkah kecil. Salah satunya adalah dengan mengubah sikap, perilaku dan pembawaan diri ketika berhadapan dengan orang lain.
Read More

Bakti seorang Anak terhadap Ayahnya


Read More

Rabu, 22 Juli 2015

Kisah Dua Benih

Awal Motivasi,blogspot.com :

Alkisah, di sebuah lahan pertanian yang tanahnya siap ditanami terdapat dua benih tanaman yang berbaring bersebelahan.

Benih pertama berkata, ”Aku ingin bertumbuh! Aku ingin akar-akarku menerobos ke dalam tanah di bawahku, dan mendorong tunasku menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin mengembangkan pucukku yang lembut seperti daun bunga untuk mengumumkan kedatangan musim berbunga. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari di wajahku dan berkah embun pagi di kelopakku!”

Jadilah benih itu bertumbuh...

Benih kedua berkata, ”Hmmm... Kalau akar-akarku menerobos ke dalam tanah, aku tidak tahu apa yang akan aku temui di kegelapan itu. Kalau aku memaksa menembus lapisan tanah yang keras di atasku, aku mungkin akan merusak tunasku yang lembut. Bagaimana kalau aku membiarkan tunasku terbuka dan seekor siput mencoba memakannya? Dan bagaimana kalau begitu aku membuka bungaku, seorang bocah mencabutnya dari tanah. Tidak ah, lebih baik kalau aku menunggu hingga keadaannya baik.”

Jadilah benih kedua ini menunggu saat yang tepat...

Tak jauh dari tempat ditanamnya benih itu, tampak seekor ayam betina sedang mengorek-ngorek tanah untuk mencari makanan. Dan akhirnya si ayam itu menemukan benih kedua yang tadi tengah menunggu waktu yang tepat. Lalu, si ayam itu langsung memakannya.

Apa yang terjadi pada benih kedua dalam kisah di atas bisa menjadi gambaran tepat sikap menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin selalu dipelihara oleh kebanyakan dari kita. Kita tak jarang mengira akan datang kesempatan lain di waktu yang lebih tepat, tapi seperti halnya yang dialami benih kedua, kita pada akhirnya tahu bahwa dugaan kita itu bisa sangat keliru dan bisa berakibat fatal.

Karena itu, jika saat ini kita mendapat peluang (misalnya untuk menunjukkan kinerja terbaik kita di sekolah, kampus atau di tempat kerja atau peluang untuk mengerjakan suatu proyek tertentu berskala besar), segera ambil peluang itu sebagai langkah pembelajaran kita guna meraih sesuatu yang lebih besar di kemudian hari.

Jangan tunggu ”waktu yang lebih tepat” di esok hari karena tiada waktu yang lebih baik selain SAAT INI juga!
Read More

Selasa, 21 Juli 2015

Dua Orang Ini Terdampar Bersama, Reaksi Mereka Akan Membuat Anda...



Awal Motivasi,blogspot.com :


 Alkisah, sebuah kapal feri karam, dan hanya sepasang sahabat yang berhasil menyelamatkan diri dengan melompat terlebih dahulu sebelum kapal sepenuhnya tenggelam bersama awak dan penumpang lainnya. Kedua orang itu kemudian bertahan selama berhari-hari mengapung di air, hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau asing tak berpenghuni.

Setelah menunggu beberapa waktu, tidak ada satu pertolongan pun yang kunjung datang. Kedua orang itu pun merasa bosan, satu di antaranya mengusulkan sesuatu untuk mengusir kebosanannya sambil menunggu datangnya pertolongan.

“Bagaimana kalau kita berdoa? Kata orang, kalau sedang dalam masa tersulit, doa kita pasti terkabul,” ujar orang pertama, sebut saja namanya Justin.

“Oke, kalau gitu, agar lebih menarik, bagaimana kalau kita bagi pulau ini menjadi dua dan tinggal berseberangan? Tidak ada yang boleh melewati batas ataupun mengambil apa pun yang ada di wilayah lawan?” tantang orang kedua, sebut saja namanya Joe.

Akhirnya kedua sahabat tersebut pun membuat garis batas dan tinggal terpisah. Mereka pun saling berdoa.

Sebagai doa pertama, Joe memohon agar ia dapat diberikan makanan. Selesai berdoa, ia pun bertanya kepada Justin, “Apa yang kamu mohon?” namun, Justin enggan menjawab.

Esok harinya, Joe melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi pantai tepat di depan matanya, selain itu, ikan-ikan kecil juga banyak terdampar di pantai bagiannya. Anehnya, tidak ada satupun pohon atau ikan yang ada di pantai wilayah Justin.

Doa kedua, Joe berpikir andaikan pulau tersebut adalah tempat peristirahatan terakhirnya, maka ia ingin setidaknya menikah sebelum meninggal. Ia pun memohon agar diberikan seorang istri. Esokan harinya, ada seorang wanita yang ternyata juga penumpang yang selamat ketika kapal tersebut tenggelam, dan terdampar di sisi pulau wilayah Joe. Mereka pun menikah. Joe bertanya kepada Justin, “Sebenarnya, apa sih yang kamu mohon?” namun, Justin hanya tersenyum tidak menjawab.

Semakin lama melihat sang istri menderita karena tinggal di sebuah pulau, Joe pun merasa saatnya ia kembali ke rumah dan membina keluarga bahagia bersama sang istri. Maka ia memutuskan untuk melakukan doa ketiga, sekaligus yang terakhir. Joe memohon agar diberikan sebuah kapal, lengkap dengan segala kebutuhan lainnya agar ia bisa pulang bersama istrinya. Esok harinya, doanya pun terkabul. Sebuah kapal terlantar tanpa awak terhambat di sisi pantai wilayahnya. Ia pun bergegas menyuruh sang istri untuk berkemas.

Sebelum menaiki kapal, ia melirik ke arah Justin. Ia melihat Justin begitu lemah, kurus, dan seperti tidak terurus. Sesaat ia melihat Justin seperti orang yang sebentar lagi akan menemui ajalnya. Joe memutuskan untuk meninggalkan Justin, dan bergegas naik ke kapal.

Sebelum kapal berangkat, tiba-tiba sebuah suara menggema dari atas langit, “Hei, anak muda! Mengapa kau tinggalkan sahabatmu itu?” Joe pun menjawab, “Ini sudah perjanjian! Selama di pulau ini, hanya doa-ku yang terkabul. Ini bukti bahwa Tuhan masih menginginkan aku hidup. Sedangkan dia? Satu doa pun tidak terkabul, Tuhan saja malas mengurusnya, untuk apa aku mempedulikan orang yang sebentar lagi akan mati?”

“Kau salah! Tahukah engkau mengapa hanya doamu yang dikabulkan?” Tanya suara tersebut membahana.

“Sudah jelas karena Tuhan menyayangi aku dan melihat aku yang lebih pantas untuk ditolong,” ujar Joe lantang.

“Justru, kau harus berterimakasih, bahkan uang sebesar apapun tidak akan bisa membayar hutangmu kepada sahabatmu! Satu-satunya yang terus ia panjatkan setiap kali adalah agar kau tetap sehat dan semua doamu terkabul!”

Netter yang Bijaksana,

Dalam hidup, manusia tidak akan bisa hidup sendirian. Kehidupan ini sesungguhnya adalah kehidupan dengan sesama. Apapun yang kita lakukan, tidak akan ada hasilnya jika tidak mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang lain.

Maka itu, kesombongan dan ketidakpedulian terhadap sesama hanyalah sebuah penghambat dalam kesuksesan sejati. Untuk itu, jaga keharmonisan hubungan sosial Anda!
Read More

Kakek Berusia 10 Tahun


Awal Motivasi,blogspot.com :

Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana.

Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, "Kek, apakah kakek seorang guru?"
"Bukan..., aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu."

"Lho, memangnya, berapa umur kakek?"
"Umur kakek tahun ini, tepat 10 tahun."

"Ah..., kakek bercanda! Perkiraanku, umur kakek sudah 70 tahunan..."
"Ha ha ha, tebakanmu benar! Bila dihitung dari saat kakek lahir hingga kini, umur kakek memang 70 tahun. Tetapi, 60 tahun yang telah dilewati jangan dihitung. Yang benar-benar dapat dihitung adalah kehidupanku sepuluh tahun terakhir ini."

Si pemuda menunjukkan wajah kebingungan. Ia pun bertanya, "Apa artinya, Kek?"

Sambil menghela napas panjang si kakek menjawab, "Sejak kecil sampai usia 20 tahun, yang seharusnya waktu terbaik untuk belajar, tetapi kakek sibuk bermain dan bersantai. Karena semua kebutuhan hidup telah disediakan berlimpah oleh orangtua kakek. Kemudian 20 tahun berikutnya, waktu yang seharusnya untuk mengejar karir dan berjuang, kakek malah menggunakannya untuk berfoya-foya-menghamburkan harta yang diperoleh dengan susah payah oleh orangtua kakek. Dan 20 tahun ketiga, waktu yang seharusnya untuk mengumpulkan tabungan sebagai persiapan pensiun di masa tuaku, malahan kakek gunakan untuk pergi tamasya, menghabiskan sisa harta yang masih ada. Semua hanya untuk mengejar kesenangan sesaat. Coba, kamu pikir, bukankah 60 tahun telah kulewati itu sia-sia? Tidak ada satu pun yang kupelajari."

"Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun terakhir hidup kakek?"

Dengan mata berkaca-kaca si kakek bertutur, "Sepuluh tahun terakhir aku sadar, 60 tahun hidup dilalui tanpa makna, tanpa tujuan, dan tanpa cita-cita... Sungguh hidup yang sia-sia, tidak berguna. Saat sadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta. Untuk hidup pun harus ditunjang dari belas kasihan orang lain. Anak muda, jangan meniru kehidupan seperti yang telah kakek jalani. Karena, waktu adalah modal utama paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Pergunakanlah baik-baik untuk belajar, berusaha, dan berkarir. Efektivitaskan waktumu pada tujuan yang jelas, dan berjuang meraih keberhasilan. Maka kelak di hari tuamu, kamu akan menjalani kehidupan ini dengan bangga dan bahagia."

Pembaca yang Bijaksana,


Saat ini kita hidup di era dengan perubahan yang cepat, perkembangan teknologi yang semakin pesat, serta persaingan di semua lini usaha yang begitu ketat. Maka kita dituntut menjadi manusia pembelajar yang bisa menghargai waktu dan mengelolanya secara cerdas, cermat, dan cekatan.  Jika kita mampu mengelola waktu dengan begitu smart, bisa dipastikan kehidupan kita akan punya warna, punya ciri, dan berkualitas. Manfaatkan waktu yang begitu berharga! Seperti pepatah berbunyi, time is money (waktu adalah uang). Tetapi lebih dari itu, time is life (waktu adalah nyawa)...!

Salam sukses, LUAR BIASA!!

Read More

Percikan Api


Awal Motivasi,blogspot.com :

Dikisahkan seorang pemuda miskin, demi memenuhi panggilan kerja yang mendesak dan sesegera mungkin, dia harus menempuh perjalanan cukup jauh ke luar kota. Dia tahu, mobil tua yang dimiliki sebenarnya tidak layak digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi keadaan memaksa, sehingga akhirnya diputuskan tetap berangkat dengan mobil tua tersebut.

Di tengah perjalanan yang sepi, senja berselimut kegelapan tiba diiringi hujan yang turun dengan deras. Tiba-tiba yang dikuatirkan terjadi juga, setelah beberapa kali terbatuk-batuk, mesin mobil akhirnya mati. Segala usaha yang serba terbatas telah dilakukan, tetapi sia-sia belaka, mobil tetap diam. Dikelilingi kegelapan malam, hujan dan badai terasa semakin tidak bersahabat. Selama beberapa jam tidak ada mobil yang melintas, si pemuda hanya bisa duduk termenung di dalam mobil meratapi nasibnya.

Tiba-tiba.... sekilas terlihat melalui kaca spion, sorotan lampu mobil mendekat dan berhenti di belakang mobil si pemuda. Diselimuti perasaan takut tetapi lebih pada rasa gembira, si pemuda melihat pengendara mobil turun mendatangi jendela mobilnya. Karena cuaca sangat gelap, hampir-hampir wajah si pengendara tidak terlihat dengan jelas.

"Mesin mobil saya mati!" serunya sambil menurunkan kaca jendela mobil. Kemudian orang yang tidak dikenal itu melangkah ke depan mobil dan membuka tutup mesin, mengulurkan tangannya dan entah apa yang dilakukan, tidak lama kemudian dia memberi isyarat agar memutar kunci kontak. Alangkah terkejut dan mengherankan, mesin mobil hidup!

Masih dengan rasa keheranan, si pemuda berseru: "Saya tadinya khawatir, jangan-jangan mobil saya mogok untuk terakhir kalinya".

Orang tidak dikenal itupun menjawab dengan tegas, "Setiap mobil paling sedikit akan hidup sekali lagi bila diberi perhatian yang semestinya".

Tiba-tiba angin mereda, hujan berubah rintik-rintik.

Orang asing itu melanjutkankan perkataannya, " Prinsip yang sama juga berlaku bagi manusia. Selama masih ada sedikit percikan api, belum terlambat bagi seorang manusia untuk membuat awal yang baru ".

Si pemuda tergesa-gesa mengucapkan banyak terima kasih dan segera meneruskan sisa perjalanannya dan tiba di tempat yang dituju dengan selamat.

Para pembaca yang bahagia,

Memang, begitu penting sebuah percikan api untuk bisa menghidupkan mobil, demikian pula di dalam kehidupan manusia, percikan api bisa diartikan sebagai semangat, hasrat, niat atau tekad.

Bagi setiap manusia, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya, selama masih mempunyai percikan api yang berbentuk TEKAD, maka tiada kata terlambat untuk memulai sebuah awal yang baru! Kebangkitan baru! Dan menciptakan kesuksesan baru!

Bagi saya sendiri yang lahir di keluarga miskin, yang hanya mengenyam pendidikan formal kelas 6 SD pun tidak lulus (SDTT sekolah dasar tidak tamat), sungguh tidak mudah untuk berjuang dan keluar sebagai pemenang!

Begitu pentingnya kekuatan TEKAD atau percikan api bagi saya! Tanpa TEKAD YANG KUAT untuk mengubah nasib dengan berjuang mati-matian, tidak mungkin nasib bisa saya ubah dan meraih kesuksesan seperti hari ini.

Dengan bersyukur atas keberhasilan yang telah saya raih, saya bertekad untuk tetap belajar, berjuang! Berjuang dan belajar lagi!! Dan membagi semangat pada setiap orang yang membutuhkan agar bisa memiliki kekayaan mental dan sama-sama meraih kesuksesan untuk kehidupan yang lebih bernilai. Salam sukses luar biasa!!
Read More

Tak Pernah Menyerah


Awal Motivasi,blogspot.com :
Suatu hari, seorang remaja putri berkendara dengan ayahnya. Di tengah perjalanan, mendadak turun hujan yang sangat lebat. Remaja putri itu bertanya pada si ayah. “Bagaimana ini, Ayah?”

Sang ayah menjawab, “Jalan saja terus.” Mobil-mobil yang lain mulai bergerak ke bahu jalan karena hujan turun semakin deras. “Aah, bagaimana ini? Apa kita perlu minggir juga?” tanya si remaja putri itu sekali lagi. “Tetap saja menyetir,” jawab sang ayah dengan tenang.

Dalam jarak beberapa meter berikutnya, dia memperhatikan sudah ada delapan belas pengendara yang juga meminggirkan kendaraannya. Dia pun berkata lagi pada sang ayah, “Yah, aku harus berhenti, pandanganku sudah tidak jelas. Cuacanya benar-benar buruk. Semua orang juga sudah berhenti di bahu jalan!”

Meski begitu, sang ayah tetap bersikukuh dengan jawabannya, “Jangan menyerah, jalan saja terus!” Mereka pun tetap berkendara meski kecepatannya rendah di tengah guyuran hujan deras, namun sesaat kemudian si remaja putri bisa melihat sedikit lebih jelas.

Setelah beberapa kilometer, mereka sudah berada di daerah yang kering lagi. Sinar matahari bersinar terang. Sang ayah berkata, “Sekarang, kita bisa berhenti dan keluar mobil sebentar.” Putrinya menjawab, “Tapi, kenapa sekarang?” Jawab sang ayah, “Saat kamu keluar nanti, lihatlah ke belakang, ke arah orang-orang yang tadi menyerah dan akhirnya malah masih terjebak dalam hujan yang lebat. Karena kamu tidak pernah menyerah, kamu bisa keluar dari hujan tadi.”

Seperti dalam kisah pengalaman remaja putri dan ayahnya di atas, kita bisa belajar untuk tidak cepat menyerah meski orang lain, yang paling kuat sekalipun, bersikap menyerah. Jika kita tetap melangkah dengan kepala tegak menghadapi badai sehebat apa pun dalam hidup ini, cepat atau lambat badai itu akan berakhir dan matahari akan menyinari wajah kita lagi.
Read More

Mangkuk Cacat

Awal Motivasi,blogspot.com :
Alkisah, ada seorang anak muda pergi ke sebuah toko untuk membeli sebuah mangkuk. Sesampainya di toko, dia mengambil sebuah mangkuk dan kemudian dengan lembut membenturkannya dengan mangkuk yang lainnya. Ketika kedua mangkuk itu saling bersentuhan, terdengar suara yang sumbang. Ia mengulangi menyentuhkan mangkuk di tangannya berulang kali ke mangkuk-mangkuk lainnya. Hasilnya sama, perpaduan suara yang terdengar sumbang di telinga. Dengan kecewa dia mencari pemilik toko dan menyampaikan kekecewaannya sambil meletakkan mangkuk itu ke tempat semula.

Pemilik toko dengan sabar bertanya, “Anak muda, untuk apa membenturkan mangkuk itu dengan mangkuk yang lain?”

Si Pemuda menjawab, “ Saya diajarkan oleh sesepuh, ketika sebuah mangkuk dibenturkan dengan lembut ke mangkuk yang lain dan mengeluarkan suara yang jernih dan merdu maka itu barulah sebuah mangkuk yang bagus dan pantas dibeli."

Setelah mengamati mangkuk yang tadi dipegang si anak muda, sambil tersenyum pemilik toko mengambil mangkuk yang lain dan memberikannya kepada si pemuda, “Ambillah mangkuk ini dan cobalah sekali lagi benturkan dengan mangkuk yang lain, pasti kamu akan menemukan mangkuk yang kamu sukai."

Setengah percaya, si pemuda melakukan apa yang diminta. Aneh! Semua mangkuk yang ia benturkan mengeluarkan suara yang jernih. Ia tidak mengerti mengapa hal itu tersebut bisa terjadi.

Pemilik toko tertawa melihat roman muka heran si pemuda, “Hahaha....jangan terlalu merasa aneh.. sebenarnya alasannya sangat sederhana.  Mangkuk yang kamu ambil tadi adalah mangkuk yang cacat. Maka ketika kamu benturkan dengan mangkuk yang lain, yang mana pun, pasti mengeluarkan suara yang sumbang. Maka pastikan dulu mangkuk yang ada di tanganmu adalah mangkuk yang bagus, tidak cacat untuk mengukur mangkuk yang lain cacat atau tidak."

Netter yang berbahagia,

Setiap manusia memiliki sebuah mangkuk di dalam diri yakni jiwa, hati dan pikiran. Jika mangkuk itu berisi kemurahan hati, kebaikan, ketulusan, kejujuran dan hal-hal positif lainnya, maka saat berbenturan dengan mangkuk yang tidak cacat, maka akan memunculkan ‘suara’ yang jernih dan merdu. Di antara mereka akan timbul kepercayaan, tidak saling menyakiti, rendah hati dan saling menghormati. Sebaliknya, jika mangkuk itu cacat, dengan sendirinya suara sumbang akan terjadi berupa rasa iri, dengki, benci, curiga dan mental negatif lainnya.

Mari penuhi mangkuk hati kita dengan hal-hal positif, yang pasti akan membawa hasil positif juga kelak di kemudian hari.

Salam sukses luar biasa!!!
Read More

Pelajaran Tentang Tata Krama


Awal Motivasi,blogspot.com :
Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal. Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmari hamparan hijau nan asri.

Selesai makan, dengan santai si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai. Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Dengan diam, kakek itu menghampiri, memungut sampah tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang bekas makanan tanpa rasa sungkan. Kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia. Jelas, ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini adalah taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?”

Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sikap sopan dan hormat menghampiri sambil berkata,”Pak Presdir, mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk. Lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita di situ, dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.” Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak yang dari tadi memperhatikannya. “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati setiap orang, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah dan menghargai hasil kerja mereka. Ngerti, ya?”

Si wanita terbelalak dangan wajah nyaris merah padam karena malu. Ternyata presiden direktur perusahaan yang sangat terkenal itu begitu rendah hati dan santun. Tetapi sayang, dia telah memperlakukan dengan hina layaknya tukang sampah hanya karena penampilan luarnya yang sederhana. Dengan tertunduk lesu, dia harus menerima keputusan Presdir perusahaan itu, karena kesalahannya sendiri.

Netter yang berbahagia,

Menghargai orang janganlah dilihat dari penampilan luar atau tinggi rendahnya posisi seseorang. Pribadi unggul bukan karena kepintaran matematis tetapi lebih karena kemampuan berkomunikasi dengan menjujung tinggi etika moral dalam bergaul dengan siapa saja. Karena sejatinya, menghargai orang lain adalah juga menghargai diri kita sendiri, cerminan bahwa siapa diri kita sesungguhnya.

Salam Sukses Luar Biasa!!
Read More

Pelajaran dari secangkir Baru



Awal Motivasi,blogspot.com :

Alkisah, sebuah liburan panjang diisi oleh sekumpulan sahabat untuk melakukan reuni. Sudah dua puluh tahun lebih mereka berpisah dan baru tahun itu mereka bisa berkumpul. Untuk itu, mereka sepakat untuk menemui gurunya ketika bersekolah dulu. Mereka hendak berterima kasih, bahwa dengan ajaran dari sang guru, mereka kini telah sukses dengan bidangnya masing-masing.

Maka, di sebuah sore yang hangat, mereka pun datang bersama-sama mengunjungi sang guru. Mereka saling bercanda, mengenang masa kenakalan ketika remaja. Kemudian satu sama lain mulai berkisah tentang perjuangan hidup yang mereka lalui. Ada yang sudah jadi bos besar di perusahaan multinasional. Ada pula yang menjadi pengusaha sukses di bidang transportasi. Ada pula yang mengaku sudah melanglang buana ke hampir semua benua untuk memenuhi impiannya.

Melihat percakapan seputar kesuksesan yang sudah hampir melampaui batas, sang guru pun meminta izin untuk ke belakang rumah. Rupanya, ia mengambil beberapa cangkir kopi dan satu teko berisi kopi panas yang siap diseduh. Uniknya, cangkir yang diberikan terdiri dari beragam bentuk dan terdiri pula dari beragam bahan. Ada yang dari keramik, kristal, kaca, melamin, dan ada pula yang hanya terbuat dari plastik biasa.

“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,” sebut sang guru memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat. Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek. Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

“Mari, silakan diminum,” ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek. “Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”

“Wah, enak sekali Pak.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,” timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?” tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan. Mereka bertanya-tanya, apa maksud gurunya bertanya seperti itu. Maka sang guru pun kembali meneruskan ucapannya. “Tak salah memang untuk memilih apa saja yang terbaik. Malahan, itu sangat manusiawi. Tapi masalahnya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian mulai terganggu. Kalian melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Akibatnya, pikiran kalian terfokus pada cangkir. Padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkir, melainkan kopinya. Dan, kalian sendiri mengaku bahwa kopi ini adalah kopi terenak. Jadi, tolong pikirkan baik-baik. Hidup kita seperti  kopi dalam cangkir tersebut. Sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kalian miliki.”

Sang guru pun kembali meneruskan wejangannya. “Karena itu, jangan pernah biarkan cangkir memengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, sebab kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus, dan pekerjaan mapan yang kalian banggakan tadi merupakan jaminan kebahagiaan. Namun sejatinya, kualitas hidup kita ditentukan oleh ‘apa yang ada di dalam’ bukan ‘apa yang kelihatan dari luar’. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan rasa bahagia dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal. Jadi, kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”

Semua murid itu pun tertunduk malu. Mereka merasakan inilah reuni yang membuat mereka kembali “membumi”. Mereka pun berjanji, akan menjadikan pembelajaran cangkir kopi tersebut untuk menjadikan sukses yang diraih memberi kemanfaatkan kepada lebih banyak orang, dan bukannya menjebak mereka dalam kesombongan.

Sahabat Luar Biasa...,

Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, keterkenalan, adalah sebuah predikat yang disandang. Tak salah jika kita mengejarnya. Tak salah pula bila kita ingin memilikinya. Namun, semua itu tak akan kita miliki selamanya. Semua hanya akan langgeng jika kita sebagai subjek—alias pemilik sejati kekayaan yang sebenarnya—memiliki kualitas dalam diri yang bersih, bernilai, bermartabat, dan penuh kebersahajaan.

Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, maka nama seperti apa yang akan dikenang orang, itulah cerminan sejati apa yang sudah kita berikan pada sekeliling kita selama ini. “Nama” itulah “isi kopi” sesungguhnya yang harus kita jaga, rawat, dan sekaligus kita bagi untuk mendatangkan kemanfaatan pada lebih banyak orang.

Mari, kita jadikan “isi” dalam diri kita sebagai cerminan positif yang bisa selalu kita hadirkan untuk mendatangkan keberkahan, kebahagiaan, dan kesuksesan sejati.

Salam sukses, luar biasa!!
Read More

Anak Kerang dan Pasir Pantai


Awal Motivasi,blogspot.com :
Apa yang dirasa sebuah kesulitan di masa kini bisa jadi adalah kebaikan di masa datang. Terus berjuang. Kuatkan tekad dan pertebal semangat. Suatu saat nanti, hasil gemilang bisa jadi akan segera datang.

Di sebuah lepas pantai, beberapa ekor kerang kecil sedang bermain-main diterjang ombak pantai. Namun, dalam sebuah sapuan ombak, sebuah kerang tiba-tiba menjerit kesakitan. Rupanya, ombak yang menerjangnya membawa pasir laut yang tajam masuk ke dalam tubuh di cangkangnya.

Kerang kecil itu pun mengadu pada ibunya. Sambil terus menangis, ia berkata pada ibunya, “Tolong aku Ibu. Pasir tajam ini benar-benar menyiksaku. Tolong keluarkan benda kecil ini dari dalam tubuhku. Aku ingin kembali bebas bermain-main dengan kawan-kawanku.”

Sang ibu merasa kasihan. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Hanya nasihat yang mampu diucapkannya. “Anakku, kita ini terlahir tanpa tangan. Jadi, terima saja pasir yang masuk ke dalam tubuhmu. Coba tahan rasa sakit itu. Aku tahu, itu tentu sangat menyakitkan. Tetaplah semangat dalam melawan rasa pedih yang pasti bakal menyiksamu. Untuk mengurangi rasa sakit itu, balutlah pasir itu dengan getah lembut yang keluar dari dalam tubuhmu. Hanya itu satu-satunya jalan yang bisa kamu lakukan saat ini,” hibur ibu kerang sembari terus mencoba menenangkan anaknya.

Hari itu berlalu menjadi hari yang amat menyakitkan bagi kerang kecil. Nasihat ibunya sudah dituruti. Namun, sakit akibat tusukan sudut tajam pasir itu terus menyiksanya. Begitu seterusnya. Saat sakit masih menyiksa, saat itu pulalah si kerang kecil terus berusaha membalut pasir itu dengan getah lembut yang dimilikinya.

Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, si kerang kecil harus menahan siksaan yang sangat pedih. Namun, karena memang hanya itulah satu-satunya jalan yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, maka si kerang kecil terus berupaya bertahan.

Hingga, suatu hari, balutan getah itu rupanya makin hari makin membentuk adukan padat yang lembut. Tanpa disadari si kerang, dalam perjuangannya meredakan rasa sakit, getah yang dimilikinya mampu membungkus pasir itu hingga akhirnya mengeras dan membentuk bulatan kecil yang halus. Rasa sakit yang dulu tiap hari dirasakannya pun mulai menjadi sesuatu yang biasa. Sehingga, setiap hari si kerang terus berusaha untuk mengeluarkan getahnya agar rasa sakit itu terus makin berkurang. Begitu seterusnya.

Lama-kelamaan, adukan padat dari balutan pasir itu rupanya menjadi sebuah mutiara cantik, besar, dan indah. Bentuknya yang bulat utuh sempurna membuat mutiara itu menjadi salah satu mutiara paling indah yang pernah ada. Sehingga, saat kerang kecil teman-temannya hanya dihargai sebagai makanan laut rebus, ia memiliki harga sangat mahal yang dicari-cari keindahan mutiara di dalamnya. Rasa sakit yang dulu menjalarinya, kini telah berubah menjadi sebuah penghargaan yang luar biasa atas kecantikan mutiara yang dihasilkannya.

Netter yang Luar Biasa,

Kita tahu dan sadar, bahwa ujian dan kesulitan adalah hal yang lumrah dalam hidup. Tapi, kita sering kali merasa kecewa saat-saat hal tersebut datang kepada kita. Bahkan tak jarang, seolah-olah kita merasa penderitaan seperti tak ada akhirnya.

Kita bisa saja marah. Kita bisa pula emosi dan tak puas diri. Tapi sejatinya, saat-saat itulah, biasanya kita sedang dalam masa penggemblengan diri. Saat sulit akan menjadi pembelajaran hidup yang bisa jadi bekal meraih kesuksesan. Saat menyulitkan akan menjadi sarana evaluasi untuk melakukan berbagai perbaikan.

Maka, seperti kisah si kerang kecil, saat tantangan dan halangan datang, coba tahan. Lakukan yang terbaik untuk tetap berjuang. Kerahkan segenap kekuatan untuk memperbaiki keadaan. Mungkin semua itu akan terasa menyiksa. Bisa jadi pula segera mengundang rasa putus asa. Tapi yakini, badai pasti berlalu. Bukankah pelangi indah biasanya muncul setelah usai hujan lebat?

Mari terus bersabar dalam berjuang. Kuatkan tekad untuk mengatasi segala keterbatasan. Jika kita terus dan mampu bertahan, berjuang, berkarya, dan bekerja semaksimal yang kita bisa, niscaya, mutiara indah kehidupan akan datang.

Salam sukses luar biasa!
Read More

Monyet dan Angin



Awal Motivasi,blogspot.com :

Alkisah, di sebuah hutan, tampak seekor monyet sedang bergelantungan atas pepohonan. Tak jauh dari sana, ada sekelompok angin yang sedang bertiup. Ada angin topan, ada angin ribut, serta ada angin badai. Ketiga jenis angin itu sedang adu mulut tentang siapa yang paling hebat di antara ketiganya.

Makin lama, perdebatan mereka makin seru. Maka, karena tak ada yang mengalah, mereka pun sepakat untuk saling adu kekuatan. Mereka lalu melihat sekelilingnya. Dan, tampaklah di dekat mereka monyet yang sedang asyik bergelantungan itu. Ketiga angin itu pun sepakat adu kuat dengan berusaha menjatuhkan monyet itu dari pohon.

Pertama adalah giliran angin topan. Ia pun segera bertiup pada monyet itu. Monyet yang ditiup angin topan, segera memeluk erat pohon yang digelayutinya. Makin kencang angin bertiup, makin kencang pula pegangan monyet pada pohon itu. Angin topan pun akhirnya menyerah, diiringi ejekan kedua angin lainnya.

Tiba giliran angin ribut. Dengan ribut, ia segera meniup monyet itu, seolah tak ingin memberi kesempatan monyet yang tadinya sedikit melonggarkan pegangan setelah angin topan berhenti meniup. Tapi, keributan yang ditimbulkan angin ditanggapi monyet dengan cara yang sama. Makin kencang bertiup, makin kencang pula pegangan monyet pada pohon besar nan kokoh yang seolah jadi pelindungnya.

Angin ribut pun menyerah. Terakhir, angin badai segera memperlihatkan kekuatannya. Dengan badai yang dimilikinya, ia segera meniup sekencang-kencangnya monyet itu. Tapi, lagi-lagi, sang monyet justru makin kencang berpegangan pada pohon besar yang bergoyang-goyang akibat tiupan angin badai. Monyet pun tak berhasil dijatuhkan oleh angin badai.

Maka, angin badai pun akhirnya juga menyerah. Ketiga angin itu ternyata tak cukup punya kekuatan yang bisa menjatuhkan monyet. Hingga, saat mereka membicarakan kehebatan monyet, datanglah angin sepoi. Angin kecil yang bertiup itu penasaran mengapa ketiga angin besar itu membicarakan kehebatan monyet yang tak berhasil mereka jatuhkan.

Mendengar kehebatan monyet itu, angin sepoi pun ingin mencoba kekuatannya. Tentu saja, ketiga angin besar itu menertawakannya. Sebab, angin yang sangat kencang saja tak berhasil menjatuhkan monyet, apalagi angin kecil sepertinya. Namun, angin sepoi tak memedulikan ejekan mereka. Ia segera menuju ke monyet dan meniupkan angin sejuknya.

Monyet yang mendapat tiupan angin sepoi rupanya merasa keenakan. Hawa sejuk yang bertiup membuatnya tertidur di salah satu dahan besar pohon. Tak lama, karena tertidur dengan posisi yang kurang pas, monyet langsung terjatuh. Pegangan kuat monyet yang melonggar karena tertidur mendapat tiupan angin sepoi menjadikan monyet kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Melihat itu, ketiga angin besar yang sombong mengaku kalah. Angin sepoi yang kecil tapi menyejukkan itu rupanya justru berhasil membuat monyet takluk dan terjatuh dari pohon besar yang melindunginya.

Netter yang Bijaksana,

Acap kali kita mendapat banyak ujian yang terasa sangat berat. Tapi, justru karena itu, kita malah jadi makin kuat. Cobaan yang kerap datang akan membuat kita makin teguh untuk terus maju dan berjuang. Kesulitan kerap justru jadi penguat yang menjadikan kita sebagai pribadi tangguh yang siap maju ke “medan perang” kehidupan. Layaknya kisah tadi. Makin kencang angin bertiup, justru makin kuat monyet berusaha bertahan. Jika kita mampu melakukan hal tersebut, niscaya kita pun akan makin kuat dalam bertahan menghadapi aneka cobaan.

Namun, jika kita sudah berhasil melewati ujian dan meraih banyak kesuksesan, jangan sampai kita justru jatuh dan lengah oleh ujian bernama kesenangan. Kerap, angin sepoi—berwujud pangkat, kedudukan, kekayaan—justru malah membuat kita lupa. Akhirnya, seperti kisah monyet yang jatuh akibat tiupan angin sepoi, kita jadi pribadi yang lengah—sombong, mabuk kekuasaan, atau terlena oleh berbagai penghargaan. Jika itu tak kita sadari dan perbaiki, bisa jadi kita justru “jatuh” dan “tenggelam” oleh sukses yang telah kita ciptakan.

Karena itu, ada baiknya kita evaluasi diri. Jika saat berada di posisi bawah, bagaimana kita harus bersikap menghadapi ujian berat. Tapi, begitu sudah berada di atas, kita pun harus melihat ke dalam diri, jangan sampai kita terjebak dalam zona nyaman yang melenakan.

Mari, terus mawas diri dan hati-hati. Saat gagal, ingat bahwa ada sisi sukses yang siap menanti. Sebaliknya, saat sukses, ingat juga bahwa setiap saat gagal juga akan terus membayangi.

Salam sukses, luar biasa!

Read More
Designed ByBlogger Templates