Jumat, 24 Juli 2015

Rasa Khawatir yang Tidak Perlu Dikhawatirkan

Awal Motivasi,blogspot.com :
 Langkah maju kita sering kali tertahan oleh rasa khawatir yang muncul di pikiran. Tak sepenuhnya salah. Sebab, hal itu akan membuat kita jauh lebih waspada dan kemudian berusaha mengambil langkah pencegahan agar sebuah kekhawatiran tak jadi kenyataan. Tetapi jika itu terus dibiasakan mengganggu pikiran, sudah pasti kita akan tertinggal oleh mereka yang berani mengambil keputusan dengan segala risikonya. Ditambah lagi, menurut sejumlah penelitian, rasa khawatir 80 persen lebih tak bakal jadi kenyataan.

Hasil penelitian tersebut mengingatkan saya pada sebuah ungkapan Mandarin yang saya cantumkan di judul artikel ini, “rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan.” Sebagai ilustrasi, ada sebuah kisah yang bisa kita petik maknanya berikut ini:

Zaman dahulu kala, di sebuah negeri, ada sekumpulan anak-anak yang kerap bermain-main di lapangan desa. Suatu kali, pada musim penghujan, anak-anak itu terus saja bermain. Padahal, petir kerap menyambar sehingga para orangtua pun gelisah. Mereka khawatir petir yang menyambar bisa melukai anak mereka.

Akhirnya, untuk mencegah anak-anak mereka bermain di lapangan, para orangtua punya cara masing-masing. Ada yang melarang secara langsung. Ada pula yang mengunci pintu rumah rapat-rapat saat hujan datang. Tapi, dari sekian banyak orangtua, ada yang kemudian memutuskan untuk mengarang cerita guna menakut-nakuti si bocah. Bocah ini diberi tahu, bahwa petir yang menyambar bisa membuat langit runtuh. Dan, jika itu terjadi, maka kiamat akan segera datang. Sejak cerita itu terus disampaikan, si bocah pun jadi sering ketakutan. Setiap kali mendengar geledek, ia merasa saat itu ancaman kiamat bakal datang.

Dengan latar belakang kisah itu, si bocah tumbuh menjadi pemuda yang penakut. Setiap kali hujan datang, ia selalu memilih untuk mengurung diri dalam rumah. Ia jadi seorang pemuda yang selalu khawatir kalau-kalau langit akan runtuh dan menimpanya. Karena itulah, hampir setiap kegiatan hanya dilakukan di dalam rumah. Maka, saat pemuda lain di desanya pergi ke luar desa untuk mendapat penghidupan yang lebih baik, ia tetap memilih untuk hidup di desa. Itu pun selalu dihabiskan dalam rumah. Ia terlalu khawatir dengan kisah yang sering diceritakan orangtuanya. Beberapa kali, orang meyakinkan bahwa langit tak akan runtuh. Namun, beberapa kali juga ia mendengar petir menyambar yang membuatnya kembali takut dan khawatir bahwa yang diomongkan orangtuanya akan jadi kenyataan.

Sejak saat itu, karena kekhawatiran yang berlebihan, si pemuda pun tertinggal jauh dengan pemuda lain di desanya yang telah banyak melanglang buana meraih suksesnya masing-masing.

Netter yang Luar Biasa,

Kisah tersebut menggambarkan betapa kuatnya pikiran memengaruhi keputusan tindakan seseorang. Dari informasi yang sifatnya pencegahan—seperti yang diceritakan orangtua kepada bocah—ujungnya malah menanamkan kekhawatiran berlebihan. Ini seperti yang banyak terjadi pada mereka yang terkungkung oleh rasa khawatir yang muncul di benak mereka sendiri. Belum melakukan apa-apa, sudah khawatir bahwa sesuatu kurang mengenakkan bakal terjadi. Padahal, belum tentu yang dikhawatirkan akan terjadi.

Maka, ungkapan rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan perlu kita renungkan bersama. Betapa sebenarnya, ada banyak hal yang hanya tercipta di benak kita sendiri. Betapa banyak asumsi yang kita ciptakan, sehingga malah menghambat perkembangan diri. Dan sebaliknya, coba lihat betapa banyak perusahaan yang awalnya diragukan, tapi justru tumbuh sangat mengagumkan.

Kekhawatiran hanya akan menjerumuskan kita pada keragu-raguan. Padahal, apa yang di depan sangat ditentukan dengan apa yang kita lakukan hari ini. Maka, jika rasa khawatir sudah membelenggu, niscaya kita pun tak bisa memaksimalkan potensi. Jika ragu-ragu jadi penghambat, niscaya hari ini kita tak bisa memunculkan kemampuan yang hebat.

Mari, jangan biarkan kekhawatiran menguasai pikiran. Jangan izinkan ketakutan akan kegagalan menghambat jalan ke depan. Jangan biasakan perasaan ragu-ragu sebagai “teman” keseharian. Ingat, bahwa banyak  rasa khawatir yang tidak perlu dikhawatirkan. Maksimalkan segala potensi dengan selalu melakukan yang terbaik hari ini. Dengan begitu, segala bentuk kekhawatiran akan kalah oleh semangat dan daya juang maksimal yang kita miliki.
Read More

Potensi Pikiran Manusia yang Luar Biasa


Awal Motivasi,blogspot.com :
 Alkisah, ada seorang murid yang bertanya pada gurunya, akan menjadi apa dirinya kelak. Sang guru kemudian mengambil dua teko dan dua cangkir. Ia kemudian menuangkan isi teko ke dalam cangkir. Segera, bau teh panas yang wangi menyeruak  di ruangan itu. Sang guru bertanya, “Apa yang kau lihat dan kaucium?” Si murid menjawab, “Wangi teh yang sangat harum, Guru.”

Tak lama, kemudian beliau mengambil teko kedua dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang lain. Tercium bau menyengat, khas ramuan obat dan jejamuan. “Sekarang, apa yang kaucium?” Muridnya menjawab, “Bau jamu Guru. Aromanya sangat menyengat, bau rempahnya menusuk hidung.”

Sang guru kemudian berkata, “Beginilah perumpamaan dirimu. Akan jadi apa kelak, tergantung pada apa yang ada dalam diri kamu. Saat kamu berbuat sesuatu berdasar apa yang ada di dalam, itulah cerminan yang akan menentukan masa depanmu. Teh dan jamu sama-sama punya aroma yang kuat, sama-sama pula punya manfaat. Tapi teko teh tak mungkin mengeluarkan jamu. Sebaliknya, teko jamu tak mungkin pula mengeluarkan teh. Jadi, apa yang ada dalam diri kamu, pasti sesuai dengan apa yang kamu bagikan kepada orang lain, dan itulah yang akan terjadi pada masa depanmu. Jadi, isi dirimu dengan kebaikan, maka kebaikan pulalah yang akan terjadi padamu.”

Netter yang Luar Biasa,

Kisah tersebut selalu membuat saya termenung. Betapa sebenarnya, apa yang terjadi pada diri kita sangat bergantung pada apa yang ada di dalam diri kita. Bertahun-tahun kemudian, hal ini makin membuat saya sadar, bahwa kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Kita akan mengisi “cangkir" masa depan, dengan mengisi “teko” pikiran sesuai yang kita harapkan.

Telah banyak peristiwa yang mengisi hidup saya selama enam dekade ini. Banyak hal yang saya alami. Namun ada satu kesamaan. Saat saya berpikir, saat saya menancapkan impian, saat saya sangat menginginkan satu hal, hampir semua bisa mewujud ketika saya memikirkan dengan sejelas-jelasnya target itu dan segera bertindak untuk mencapai impian tersebut.. Seperti kisah teko dan cangkir yang dituang, apa yang saya impikan dari dalam (pikiran), benar-benar itu pulalah yang keluar (jadi kenyataan).

Beberapa literatur yang pernah saya baca, menyebutkan bahwa rahasia dari semua kekuatan, keberhasilan, dan kekayaan bergantung pada cara berpikir. Saya setuju. Dengan pikiran yang terfokus, terpusat, dan sadar sepenuhnya, kita akan mampu mengarahkan ke mana kita melangkah, ke mana kita akan menuju. Dan, hasilnya, apa yang awalnya dianggap sebagai sebuah kemustahilan, dengan terus melangkah dan berjuang mewujudkan, suatu saat pasti akan jadi kenyataan.

Pengalaman dan pemikiran saya tentang kehidupan yang telah saya jalani, kemudian mengkristal menjadi filosofi hidup: “Success is my right! Sukses adalah hak saya, hak Anda, dan hak siapa saja yang menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.” Ada kata menyadari dalam kalimat  tersebut. Yang artinya: dengan kesadaran sepenuhnya, yakni sadar bahwa kita punya pikiran yang hendak diwujudkan, kemudian diperkuat dengan menginginkan—dalam hal ini keinginan sangat kuat akan memengaruhi pikiran—lantas diperjuangkan mati-matian, pikiran itu akan berbuah jadi kenyataan, yakni sebagai sukses yang didambakan.

Untuk menutup tulisan ini, izinkan saya mengambil ungkapan populer dari seorang filsuf Prancis, Rene Descartes. Cogito ergo sum, “Aku berpikir, maka aku ada”. Mari, kita pikirkan apa yang mungkin kita kerjakan, dan kita kerjakan dengan kesungguhan, niscaya impian akan jadi kenyataan.
Read More

Kebiasaan Cekatan



Awal Motivasi,blogspot.com :
Dalam usaha mencapai kesuksesan, kadang yang membedakan satu dengan lainnya terletak pada bagaimana mereka merespons terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban. Ada yang diberi tugas, mengeluh dengan beratnya pekerjaan. Ada yang diberi tanggung jawab, justru merasa itu seharusnya diberikan.

Namun, bagi mereka yang menerima tugas dan tanggung jawab dengan tangan terbuka, mau melaksanakan dengan penuh totalitas, banyak hal yang bisa dilakukan. Kebiasaan cekatan, yakni responsif terhadap tugas yang diberikan, gesit bertindak untuk segera menyelesaikan, tangkas untuk segera menjalankan, akan membuka banyak peluang meraih kesuksesan. Hasilnya, mereka yang cekatan akan menjadi insan yang mampu selalu tampil di depan.

Mari, biasakan cekatan dalam menjalankan setiap apa yang dipercayakan. Jalankan dengan penuh suka cita dan ketulusan. Maksimalkan dengan segala daya dan upaya untuk meraih berbagai peluang. Dengan begitu, kecepatan dan ketangkasan akan menjadikan kita sebagai insan-insan terbaik dalam setiap bidang kehidupan.
Read More

Berubah dengan Prinsip Cermin




Awal Motivasi,blogspot.com :
Sukses bukan sekadar berlimpah materi. Sukses adalah rangkaian amat panjang yang berkaitan dengan pemahaman pada diri kita seutuhnya. Karakter kita, masa lalu kita, pemahaman kita akan trauma masa lalu dan impian masa depan akan membuat diri kita paham bagaimana memperlakukan dan bersikap pada orang lain.

CEO dari perusahaan teknologi ternama NCR Corp, yakni Stanley C. Allyn (periode 1957–1962) pernah mengatakan bahwa manusia paling berguna di dunia dewasa ini adalah pria atau perempuan yang tahu bagaimana bergaul dengan orang lain. Hubungan manusia adalah ilmu terpenting dalam hidup.

Mampu melihat keburukan orang lain, kerap kita lakukan. Tapi kadang kita lupa untuk memikirkan kesalahan diri sendiri. Kita juga lupa bahwa sebagian masalah yang kita hadapi sebenarnya datang bukan dari orang lain, tapi malah lebih banyak dari diri kita sendiri.

Konsep melihat ke dalam diri sendiri sebelum menunjuk kesalahan orang lain itu lebih dikenal dengan Prinsip Cermin. Cermin, sebuah benda bening, akan memantulkan bayangan orang yang berada di depannya. Tidak berbeda sama sekali bayangan yang ada di dalam cermin dengan aslinya.

Lalu apa istimewanya prinsip cermin ini? Prinsip ini akan membuat kita mengerti bahwa sesungguhnya banyak dari sebuah kesalahan yang kerap kali berulang di mata kita, terjadi bukan karena orang lain yang melakukan kesalahan berulang. Tapi, bisa jadi hal tersebut karena kita memiliki sudut pandang yang berbeda.

Beberapa langkah untuk menggunakan Prinsip Cermin:

1. Siapa yang Terlihat di Cermin?

Bayangan yang kita lihat ketika sedang bercermin adalah diri kita sendiri, bukan bayangan orang lain yang tidak ada di samping kita. Itu artinya bahwa yang harus kita perhatikan adalah diri kita sendiri. Cermati makna pantulan cermin baik-baik. Pandangi diri kita baik-baik. Kenali raut wajah kita, pakaian yang kita kenakan, bahkan mungkin selera pakaian dan cara berpakaian yang menjadi style kita sehari-hari.

Makna yang bisa kita ambil adalah bila ada kesalahan yang kita rasakan berulang terjadi dari orang lain kepada kita, coba untuk berpikir lebih jernih lagi sebelum mengambil suatu kesimpulan bahwa kita benar dan orang lain yang salah. Bila satu orang melakukan kesalahan pada kita dan kita merasa ia bersalah adalah hal yang wajar. Tapi bila tiga sampai sepuluh orang di mata kita selalu salah, jangan-jangan standar kita yang harus diubah. Pola pikir kita yang harus dibenahi.

Prinsip ini sama dengan prinsip jari telunjuk. Ketika satu telunjuk kita mengarah pada orang lain, sebenarnya tiga jari kita menuding pada diri kita sendiri. Itu artinya intropeksi wajib kita lakukan menyeluruh untuk diri sendiri. Prinsip cermin jelas mengajarkan pada kita untuk mengevaluasi dalam diri sendiri.

2. Masih Diri Kita Juga di Dalam Cermin

Sekian menit di depan cermin, bahkan sekian jam di depan cermin, siapa yang kita lihat? Masih diri kita dengan apa yang kita kenakan dengan segala atribut karakter dan garis wajah kita. Bisa jadi kita tidak lagi melihat minyak rambut yang membuat tampilan rambut kita menjadi menarik. Tapi kita melihat lebih dalam lagi. Sorot mata kita, redup atau tajam. Tarikan bibir kita yang menggambarkan kita pribadi yang humoris atau justru pribadi yang sinis.

Maknanya sederhana. Yaitu bersahabat dengan diri kita. Bukan dengan tampilan luar seperti atribut pakaian atau penataan gaya rambut. Tapi, setiap helai luka yang bersarang di hati kita. Setiap trauma yang ada dan kerap membuat kita merasa menjadi orang yang selalu melihat orang lain dengan penilaian salah. Sehingga kita melakukan hal yang sama pada teman baik kita.

Bila kita memiliki pengalaman di masa lalu yang sering kali diremehkan orang lain atau dianggap tak berguna, bisa jadi luka itu mencuat dan membuat kita mudah sekali meremehkan orang lain. Bila kita tumbuh dalam lingkungan pesimis, maka jangan salahkan lingkungan kita sekarang ini yang tidak bisa membuat diri kita berubah menjadi optimis. Bisa jadi karena kita tidak pernah memiliki kemauan untuk berubah menjadi pribadi yang optimis.

3. Cek Penampilan Kita

Di dalam cermin kita bisa melihat penampilan kita. Baju yang kita kenakan bisa jadi tidak serasi warnanya. Dasi yang kita kenakan tidak lurus di bawah kerah baju. Perfeksioniskah kita dalam memandang penampilan diri kita sendiri? Jangan-jangan karena sikap selalu ingin sempurna itu yang membuat orang lain selalu saja tidak sempurna di mata kita.

Jika ada hal-hal kecil semisal tersembul satu uban di rambut kita dan itu membuat mood kita berubah total, artinya jelas. Kita adalah orang yang perfeksionis yang selalu menginginkan kesempurnaan. Jika karena cermin kita tidak bening lalu kita merasa penampilan kita secara keseluruhan buruk, maka itu suatu tanda bahwa kita adalah orang yang menganut paham kesempurnaan. Dalam kondisi semacam itu, maka mengubah pola pikir kita adalah hal yang paling efektif.

4. Ingin Berbeda? Ubah Penampilan Kita

Dari cermin yang memantulkan bayangan, kita bisa mengerti lebih dalam bahwa jika ada yang salah dalam kehidupan, bisa jadi itu adalah dari cara pandang kita sendiri.

Di dalam cermin, wajah cemberut kita bisa berubah dengan usaha kita menarik garis senyum. Di dalam cermin juga kita bisa membenahi tali pinggang kita dengan mengeraskan atau mengendorkan dengan usaha kita. Bukan dari bantuan orang lain.

Dari bayangan di dalam cermin kita juga bisa melihat mimik muka kita ketika berbicara. Apakah tegang, kaku atau sangat ramah sehingga menyenangkan orang yang berbicara dengan kita?

Mulai dari sekarang, bila merasa tidak puas dengan diri kita dan penampilan kita, ubah secepatnya. Hingga, tidak ada kesempatan untuk menyalahkan orang lain.

5. Berpindah ke Cermin yang Lain

Bila kita merasa cermin yang kita gunakan rusak alias penuh retak dan merasa bahwa apa yang ditampilkan pada cermin itu adalah bukan diri kita sebenarnya, coba pindah ke cermin lain. Lihat tampilan pada cermin kedua itu sebagai second opinion kita. Apakah bayangan dari cermin itu sama persis dengan kita atau tidak?

Jika bayangan yang ditampilkan sama, itu artinya jawabannya ada pada diri kita. Yakin dan mau berpindah ke cermin yang lain lagi? Kalau sudah begitu itu artinya kita harus mencari orang lain untuk membantu kita berubah!

Selamat bercermin. Semoga, dengan lebih menyelami segala hal mulai dari dalam diri sendiri, kita akan menemukan  lebih banyak poin pembelajaran hidup yang bermanfaat bagi diri sendiri dan saat berhubungan dengan orang lain.
Read More

Antara Ambisi dan Hati Nurani

Awal Motivasi,blogspot.com :
Ambisi perlu dilandasi hati nurani, agar pencapaian yang diraih bisa membawa kebahagiaan sejati.

Banyak orang memiliki ambisi. Hal ini wajar-wajar saja. Bahkan tanpa ambisi, hidup bisa jadi tak bergerak sama sekali. Stagnan, dan kemudian hanya akan jadi begitu-begitu saja. Maka, ambisi sebenarnya juga diperlukan untuk mewujudkan impian. Ambisi bisa jadi bahan bakar semangat mencapai target besar dan menantang yang kita tetapkan.

Hanya saja, kadang tanpa kita sadari, banyak yang kemudian kebablasan. Akibat ambisi, tak lagi mendengar suara hati. Ujungnya, sikut sana sikut sini. Kita bisa melihat bagaimana persaingan memperebutkan jabatan. Bahkan, kalau ditarik jauh ke sejarah di masa lalu, banyak kisah peperangan yang dimulai dari ambisi.

Karena itulah, ambisi harus dikendalikan. Hati nurani tetap harus dikedepankan. Pikiran dan akal sehat juga harus terus dikembangkan. Sehingga, ambisi tetap jadi nilai positif yang akan menguatkan kita meraih berbagai impian.

Kita bisa belajar dari kisah berikut, untuk selalu ingat, bahwa ambisi yang berlebihan akan mengundang kerugian.

Dikisahkan, ada seorang petani di sebuah desa. Ia adalah seorang petani yang rajin dan punya mimpi besar akan jadi petani sukses. Suatu kali ia menanam benih tanaman yang diharapkan akan segera bertumbuh cepat sehingga ketika panen nanti ia akan mendapat untung besar.

Namun, dari hari ke hari, bibit yang ditanamnya tak bertumbuh sesuai harapan. Bibit itu tumbuh sangat pelan. Petani itu pun mulai mengeluh, mengapa tumbuhannya tak bisa segera bertumbuh besar.

Maka, karena petani itu sudah ingin mendapat keuntungan cepat, ia pun berinisiatif untuk mempercepat pertumbuhan bibit yang ditanamnya. Petani itu memutuskan akan membantu setiap bibit untuk tumbuh lebih cepat. Maka, di suatu hari, ia pun berkeliling ke semua sudut kebun tempat ia menanam bibit. Dengan penuh semangat, ia menariki satu demi satu bibit itu ke atas. Ia berpikir, dengan cara itu, bibit tersebut akan tumbuh lebih cepat. Sehari penuh ia dengan sabar menarik tetumbuhan itu hingga ia memastikan, tak ada satu pun yang terlewat. Setelah selesai, dengan bangga ia melihat hasil pekerjaannya. Bibit itu rata-rata memang sudah lebih tinggi dari sebelumnya.

Setelah itu, ia pun pulang ke rumah. Ia lalu berkata pada anaknya. “Hari ini aku sudah melakukan hal yang terbaik untuk kebun kita. Aku memastikan semua bibit yang kemarin kita tanam dan lambat pertumbuhannya esok hari bakal bertumbuh lebih cepat sehingga nanti panenan kita pun bisa lebih cepat. Aku tarik satu demi satu tanaman itu hingga tak ada satu pun yang terlewat. Dengan begitu, mereka akan lebih cepat berkembang dan nanti kita pun bisa segera memanen dengan untung yang berlipat,” yakin si petani.

Pagi harinya, dengan gembira si petani mengajak anaknya ke kebun mereka untuk melihat hasil kerja petani di hari sebelumnya. Namun, mereka menyaksikan hal yang tak diharapkan. Bukannya bertumbuh. Tapi, tanaman-tananam yang dicabuti itu malah mati kekeringan. Akarnya yang tak lagi menancap kuat ke tanah tak mendapat asupan air dan makan yang cukup, sehingga tanaman itu malah mati. Petani itu pun menyesal, upayanya membantu tanaman agar tumbuh lebih subur malah jadi petaka.

Netter yang Bijaksana,

Kisah tersebut memperlihatkan kepada kita semua, bahwa ambisi yang tak dilandasi dengan cara yang benar, hanya akan mendatangkan kenestapaan. Ambisi yang berlebih jika dilakukan dengan menghalalkan segala cara hanya akan melahirkan banyak kerugian. Bahkan, kerap kali yang merugi bukan hanya kita, tapi berdampak ke lebih banyak orang.

Karena itu, memiliki ambisi boleh-boleh saja. Tapi, landasi ambisi dengan kebersihan hati nurani, kejernihan berpikir, serta kebijaksanaan bertindak. Mari jadikan ambisi yang berbudi pekerti sebagai penguat semangat, sehingga kita selalu punya kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan meraih hasil yang hebat!
Read More

Kekuatan Keberanian

Awal Motivasi,blogspot.com :
Hidup adalah perjuangan! Entah kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut di atas, yang jelas semua dari kita tidak hanya sering kali mendengar, tidak hanya sering kali membaca, namun sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, menyadari atau tidak, kita sendiri telah mengalami dan merasakan bahwa memang "Hidup adalah Perjuangan".

Berbagai macam perjuangan telah kita jalani antara lain perjuangan dalam mengatasi setiap kelemahan dan kesulitan yang selalu hadir di tengah kehidupan ini dan perjuangan dalam merealisasikan cita-cita yang didambakan. Untuk bisa tampil sebagai pemenang dan sukses di setiap perjuangan ini, sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Di antara sekian banyak faktor sebagai penunjang, ada satu faktor yang mutlak kita miliki yaitu: KEBERANIAN.

Catatan sejarah telah membuktikan, begitu banyak prestasi spektakuler di segala bidang tercipta di dunia ini karena faktor KEBERANIAN. Baik prestasi yang diciptakan oleh para ilmuwan, olahragawan, tokoh politik, wiraswastawan, profesional dll. Sebaliknya begitu banyak orang mengalami kegagalan karena kurangnya keberanian, mungkin mereka mempunyai ide cemerlang, namun karena takut gagal dan takut untuk mencoba, akhirnya semua ide menjadi layu dan mati. Di lain pihak, orang lain bisa sukses karena mereka lebih berani dengan bergerak lebih cepat. Maka bila ingin lebih berkembang dan sukses, sudah pasti harus mempunyai KEBERANIAN. Keberanian untuk mencoba, keberanian untuk memperjuangkan apa yang dicita-citakan.

Kekuatan Keberanian

"Keberanian" merupakan aset yang sangat berharga bagi pribadi kita. Keberanian bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Keberanian bisa mejadikan sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat, takut jadi berani, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses. Dengan menyadari akan besarnya kontribusi KEKUATAN KEBERANIAN bagi kita, mari pastikan untuk memanfaatkan KEBERANIAN semaksimalnya dengan:

- Berani menentukan cita-cita yang tinggi
- Berani bangkit lagi dari kegagalan
- Berani belajar dari kelemahan dan kesalahan
- Berani membayar harga untuk keberhasilan
- Berani memastikan untuk berjuang sampai sukses.
Read More

5 Langkah untuk Mengubah Passion Menjadi Karier



Awal Motivasi,blogspot.com :

Temukanlah pekerjaan yang Anda cintai, maka Anda tidak akan pernah merasa sedang ‘bekerja’ setiap hari.

Untuk kebanyakan orang, sebuah pekerjaan impian pada akhirnya hanya akan menjadi mimpi. Pemikiran seperti ini harus dibantah. Mengapa demikian? Ada beberapa cara untuk mengubah passion Anda menjadi karier yang menjanjikan.

Berikut 5 tips yang dilansir dari cnn.com, beserta dengan tokoh yang telah mencobanya:


1. Get the skill

Anna Jane Grossman adalah seorang penulis freelance New York Times. Ia memiliki kecintaan terhadap anjing dan hobi untuk melatih anjing yang dipeliharanya. Maka, ketika krisis di tahun 2008 mempengaruhi bisnis media cetak, ia pun berbalik untuk menjadi seorang pelatih anjing.

Anna mampu menguasai seluruh program pelatih hanya dalam waktu 6 bulan. “Semuanya tampak berada di tempatnya. Kini, saya mampu meniti karier dengan bahagia,” ujar Anna.


2. Spot the potential

Geraldo De-Souza adalah seorang desainer dasi kupu-kupu, sebelumnya, ia menghabiskan 20 tahun sebagai agen asuransi. Uniknya, Geraldo selalu menggunakan dasi kupu-kupu buatannya setiap kali ia keluar rumah.

Ia tidak pernah menyangka kalau hobinya tersebut akan menjadi sebuah potensi, sampai suatu hari sang istri berkata padanya, “Ada lebih dari 10 orang yang menghentikanmu dan bertanya apakah dasi kupu-kupu yang kamu pakai bisa dibeli. Ini bisa menjadi kariermu.”

Sejak itu, Geraldo memutuskan untuk memulai kariernya sebagai desainer kupu-kupu, dan ternyata terbukti, namanya populer di kalangan flamboyant yang sering memesan dasinya.


3. Market your product

Beatrice Tsang adalah mantan aktris dari Los Angeles yang memiliki keicntaan terhadap baking products, seperti kue dan dekorasinya. Ia memutuskan untuk berkarier di bidang tersebut dengan membuka sebuah bakery bernama Baby Bea’s Bakeshop di daerah Beverly Hills.

“Aku mulai mem-posting hasil produk di social media dan menyebarkannya kepada teman-temanku sesama aktris maupun orang lain. Mereka mulai memesan dan kupikir mungkin ini bisa menjadi market. Maka aku membuka sebuah situs khusus para pelanggan,” ujar Beatrice.

Toko Beatrice kini menjadi toko kue paling reputable di daerah bergengsi Beverly Hills.

4. Grab the opportunity

Jennie Dundas adalah seorang aktris yang sudah berakting sejak berusia 9 tahun dan muncul di beberapa serial terkenal seperti Desperate Housewives dan Law and Order.

Ketika teman Jennie yang sekalgus menjadi partner bisnisnya kembali dari luar negeri, ia melihat begitu banyak keluarga muda yang tinggal di area tersebut dan bisa menjadi sbeuah kesempatan berbisnis, “Kita bisa membuka toko es krim di sini, Jennie! Bagaimana menurutmu?”

Maka keduanya pun membuka sebuah toko es krim bernama Blue Marble Ice Cream Shop yang sudah membuka cabang di kota besar seperti New York dan Massachusetts.


5. Just Do It!

Pengacara kondang Marjorie Liu selalu bermimpi untuk menjadi penulis novel. Hingga suatu hari, ia mendapatkan dorongan kuat untuk menjadikan mimpinya kenyataan.

Pengacara Liu menghabiskan waktunya di dalam apartemennya untuk menulis hingga 14 jam setiap harinya dalam sebulan penuh. Kemudian, ia pun berhasil menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Tiger Eye.

9 tahun setelah debutnya, Liu pun menjadi penulis bestseller pilihan New York Times dengan jumlah 17 novel yang ditulisnya.

“Saya punya mimpi, dan meskipun semua orang mengatakan mustahil, saya tahu apa yang ada di dalam hati saya. Meksipun pada akhirnya akan gagal, saya harus mencoba agar tidak menyesal,” ujar Liu.
Read More
Designed ByBlogger Templates