Awal Motivasi,blogspot.com :
Sudah sekian lama, harimau dan hutan bersahabat. Mereka saling
tolong-menolong satu sama lain. Harimau menjaga hutan. Demikian juga
hutan menyediakan hampir semua kebutuhan harimau. Dengan adanya
harimau, hutan bebas dari jarahan manusia. Kayu-kayu dari pepohonannya
terlindungi oleh harimau yang setiap hari berjaga keliling hutan. Begitu
pula hutan, menyediakan makanan yang dibutuhkan oleh harimau
sehari-hari. Kehidupan harimau dan hutan berjalan sangat harmonis.
Namun, keharmonisan itu rupanya membuat kijang iri. Sebab, kijang
sering kali menjadi hewan yang paling banyak jadi korban karena
bangsanya menjadi makanan empuk harimau yang lapar. Karena itu, kijang
pun menyusun strategi agar keharmonisan harimau dan hutan jadi terpecah
belah.
Maka, suatu kali, kijang pun berbisik pada pohon terbesar yang jadi
wakil hutan. Kijang berkata, bahwa harimau sebenarnya adalah hewan yang
mau untungnya sendiri. Hutan hanya diperdaya harimau. Sebab, tanpa
harimau pun, sebenarnya hutan baik-baik saja.
Kijang juga melakukan hal yang sama pada harimau. Namun, agar tak
mencolok, kijang menyuruh monyet untuk membisikkan hasutan pada harimau
soal hutan. Maka, monyet pun membisiki harimau, bahwa selama ini harimau
hanya dimanfaatkan hutan untuk menjaganya.
Mendengar hasutan itu, harimau dan hutan tiap hari kemudian jadi
menjaga jarak satu sama lain. Keakraban yang terjalin harmonis selama
ini jadi renggang. Hingga akhirnya, suatu hari harimau dan hutan
bertengkar. Pohon pemimpin hutan merasa harimau hanya mau untungnya saja
tinggal di hutan tanpa mau membantunya. Sebaliknya, harimau juga
merasa, hutan hanya mengambil jasanya menjaga hutan tanpa mau memberikan
hasil yang lebih padanya.
Pertengkaran keduanya pun menghebat. Maka, akhirnya harimau berjanji,
ia akan keluar dari hutan untuk mencari hutan lain yang mau
menampungnya. “Baik, aku akan pergi! Jangan pernah minta bantuanku lagi,
hutan yang sombong!”
“Kamu yang sombong, mentang-mentang kuat dan ganas, jadi sok jagoan! Pergi sana, aku tak butuh kamu lagi!” sahut hutan.
Mendengar itu, kijang dan monyet diam-diam bersorak. Mereka sudah pasti
akan segera terbebas dari ancaman harimau. Namun rupanya, itu tak
berlangsung lama. Selama ini, manusia jarang masuk ke hutan itu karena
takut ancaman harimau yang buas. Tetapi, karena harimau pergi dari
hutan, manusia pun bebas menjebak harimau hingga berhasil ditangkap.
Manusia pun tak takut lagi dengan harimau yang berhasil dikurung. Sejak
saat itu pula, manusia mulai menjarah hutan. Kayu ditebangi. Pohon
digunduli. Hewan-hewan liar—termasuk kijang dan monyet—ditangkap, ada
yang dijual, ada yang dijadikan makanan. Akibat kejadian itu, hutan pun
jadi berubah total. Tak ada lagi kicau burung indah, tak ada lagi hewan
yang berkeliaran bebas, pohon pun banyak yang tumbang diambili kayunya.
Semua menyesal. Akibat sebuah hasutan, hutan, harimau, dan semua isi
hutan jadi mendapat imbas yang tak diinginkan.
Sahabat Luar Biasa,
Kadang kala kita lupa, pada orang-orang yang langsung dan tidak
langsung berjasa pada kita. Padahal sebagai makhluk sosial, kita
sejatinya bergantung satu sama lain. Memang, secara kedudukan, ada yang
mengatur, ada yang memimpin, ada yang jadi bawahan. Tapi, semua punya
peranan masing-masing. Dan, jangan lupa, semua ibarat puzzle, harus
saling melengkapi. Tanpa ada satu komponen, kadang kita akan jadi
kerepotan untuk meraih harmonisasi hidup.
Karena itu, jangan pernah iri dengan kedudukan orang lain yang lebih
tinggi. Jangan pula memandang kedudukan rendah mereka yang ada di bawah.
Sebab, harmonisasi antar-semua tersebut saling melengkapi. Ibarat hutan
dan harimau, satu sama lain sebenarnya saling melindungi. Pun demikian
kijang dan monyet, serta makhluk hidup lain di dalam hutan. Begitu salah
satu komponen hilang, begitu mudahnya gangguan dari luar datang.
Inilah yang perlu kita terus ingat dalam setiap peran yang kita jalani
di kehidupan. Apa pun peran yang kita miliki saat ini, jangan pernah
posisikan diri sebagai “korban”. Tapi, jadikan diri sebagai salah satu
komponen penyeimbang. Dengan begitu, kita bisa selalu bijak dalam
menentukan pilihan. Dan, jangan lupakan pula soal kepedulian. Saat satu
hal yang menjaga harmonisasi menghilang, bisa jadi suatu saat dampaknya
akan segera sampai pada kita juga.
Mari, buka mata dan hati. Selalu jaga harmonisasi kehidupan. Apa pun
peran yang kita lakoni saat ini, jalani dengan sepenuh hati. Bebaskan
diri dari rasa iri dengki. Dengan begitu, kita akan jadi insan penuh
arti yang bisa mengisi setiap keping harmonisasi hidup yang
berkelimpahan. Sehingga, kebahagiaan sejati pun akan kita dapatkan.
Salam sukses, luar biasa!

kelinci99
BalasHapusTogel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
yukk daftar di www.kelinci99.casino